Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Bus Karyawan Berhenti di Pinggir Jalan, DPRD Bontang Dorong Halte Khusus

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Bus karyawan yang berhenti di pinggir jalan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang dinilai bukan sekadar persoalan ketertiban lalu lintas. Aktivitas tersebut juga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Kondisi itu mendorong DPRD Bontang meminta adanya penataan titik pemberhentian bus karyawan melalui pembangunan halte khusus atau pemusatan aktivitas naik turun penumpang di terminal.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikri, mengatakan keberadaan halte menjadi langkah positif untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua.

Menurutnya, aktivitas bus karyawan yang kerap menaikkan dan menurunkan penumpang di pinggir jalan berpotensi mengganggu arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, titik pemberhentian bus perlu ditata agar lebih tertib dan aman.

“Dengan adanya halte atau terminal khusu untuk bus karyawan, itu bagian dari upaya untuk melindungi pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua, supaya meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan,” ujarnya, Jumat (21/8/2026).

Alfin menilai, idealnya seluruh bus karyawan perusahaan memiliki lokasi pemberhentian yang terpusat. Selama ini, sebagian perusahaan sudah menggunakan terminal sebagai titik naik turun penumpang, sementara perusahaan lainnya masih menggunakan sejumlah titik di pinggir jalan.

“Kalau bisa kita usulkan supaya disatukan dulu di terminal kalau memang belum punya halte sendiri,” katanya.

Menurut Alfin, pembangunan halte nantinya dapat dilakukan oleh pemerintah maupun pihak perusahaan sesuai dengan kebijakan yang disepakati.

Namun, sembari menunggu penataan tersebut, pemerintah dinilai perlu mengambil peran aktif dengan menjalin komunikasi bersama perusahaan agar sementara waktu seluruh bus karyawan menggunakan terminal yang sudah tersedia.

“Kalau bisa pemerintah berperan aktif berkomunikasi dengan pihak perusahaan supaya disatukan dulu di terminal yang kita punya sekarang,” tutupnya. (Adv)

Baca Juga  Ditinggal Orang Tua karena Narkoba, Gadis Bontang Rela Putus Kuliah demi Adiknya

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply