Jargas Bocor, BME Temukan Kedalaman Galian Pipa Tak Sesuai Standar

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kebocoran Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga di kawasan perumahan HOP 5 jalan Jawa Kelurahan Gunung Telihan yang terjadi pada Kamis pagi (5/9/2019) mendapat perhatian serius PT. Bontang Migas dan Energi (BME).

Dari pantauan dilapangan, PT. BME menemukan kedalaman galian pipa tidak sesuai standar. Plt  Direktur BME, Siti Hamnah mengatakan kedalaman galian jargas yang seharusnya 60 cm ternyata hanya  15 cm. Kondisi ini mengakibatkan jargas rentan terganggu dengan aktivitas luar.

“Setelah kita cek dilapangan, galian pipa jargas itu kurang dalam, hanya sekitar 15 cm padahal standarnya paling tidak 60 cm. Jadi rentan terganggu dengan aktivitas diatasnya, maka mungkin saja ada entakkan dari luar menyebabkan sambungan bergeser” papar Siti di ruang kerjanya.

Ditambahkan Siti,  BME tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan langsung selama penggalian jargas dikerjakan, karena proyek tersebut merupakan tanggung jawab Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral  (ESDM) Republik Indonesia. Namun demikian dipastikan Siti, pihaknya akan melakukan investigasi terhadap keamanan seluruh jargas di Bontang.

” Bukan wewenang kita soalnya, jadi tidak bisa kita ambil alih. BME hanya operator saja.  Hubungan kerjasama dengan kontraktor pelaksana Noorel Sucofindo adalah Kementrian ESDM. Tapi kita sudah bersurat ke pusat agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Ditanya upaya tanggung jawab yang dilakukan, Plt Direktur BME mengatakan hal tersebut menjadi urusan kontraktor pelaksana yakni Noorel Sucofindo kepada Kementrian ESDM.

“Ini masih jadi tanggung jawab vendornya, sampai februari 2020,” pungkasnya.

Peristiwa kobaran api itu, disebabkan  adanya reaksi oksidasi dari aktivitas fogging di sekitar patok jargas.

Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 18 ribu Sambungan Rumah (SR) yang terpasang di Kota Bontang. (KA)

Leave a Reply