Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Rapid Test Positif, OTG Bertambah 3 Orang

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Bontang, per Sabtu (18/4/2020) bertambah. Dari rilis Dinas Kesehatan Kota Bontang, diketahui jumlah OTG bertambah sebanyak 3 orang.

Penambahan OTG tersebar di 3 kelurahan diantaranya Berebas Tengah, Gunung Telihan, dan Gunung Elai. 2 orang memiliki kontak erat dengan rapid positif klaster Gowa. Sementara 1 orang lainnya tidak terkait dengan kasus manapun, ia juga tak memiliki riwayat perjalanan. Setelah dilakukan rapid test terhadap ketiganya, hasilnya positif. Kini, tiga OTG tersebut tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Taman Husada Bontang.

Selain penambahan OTG, status monitoring turut menunjukkan tren peningkatan dalam 3 hari terakhir. Saat ini sudah terdapat 5.730 warga yang masuk dalam status monitoring, 5.065 tanpa keluhan, dan 665 tanpa keluhan. Jumlah ini diketahui dari jumlah warga yang melapor ke PSC call centre baik datang langsung, telepon, WA, atau pun dengan mengunjungi website

Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih sama seperti hari sebelumnya. Yakni 75 ODP, terinci 18 orang melakukan isolasi mandiri, 3 dirawat di rumah sakit, dan 54 selesai pemantauan. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7 orang, 6 dirawat di rumah sakit, 1 dengan hasil negatif.

Dalam rilis tersebut, masyarakat diminta untuk patuh melapor, isolasi mandiri, social distancing/physical distancing, jaga jarak, hindari keramaian, wajib pakai masker ketika keluar rumah.

Masyarakat juga diminta jujur menjawab pertanyaan dokter atau tim medis, jujur menceritakan riwayat perjalanan dan kontak, jujur menyampaikan kepada petugas monitoring jika demam atau ada riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas.

Terakhir, masyarakat diharapkan dapat membantu mengawasi, tidak memberikan stigma negatif kepada OTG, ODP agar dapat melakukan disiplin menyelesaikan masa isolasi. Memberi pesan semangat/motivasi/dukungan kepada keluarga ataupun pasien.

Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Baca Juga  Sekjen MUI Sebut Mudik di Tengah Wabah Corona Haram

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply