Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Warga Jalan Soekarno Hatta Keluhkan Rumah Retak, Diduga Akibat Pengerjaan Proyek

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Rangga (50) Warga Jalan Soekarno Hatta mengeluhkan proyek pengerjaan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang.

Hal itu lantaran ia menyebut rumahnya terkena imbas. Sejumlah dinding rumah berukuran 6×9 meter persegi miliknya mengalami retak. Mulai ruang tengah, dapur, dinding samping, hingga belakang rumah.

“Pokoknya hari itu dikerjakan tanggal 7 September, setelah pengerjaan menggunakan ekskavator,” ujarnya.

Rangga yang tinggal bersama sang kakak menyebut khawatir dengan kondisi rumahnya saat ini, apalagi beberapa hari ini hujan deras kerap mengguyur Kota Taman.

“Muncul gundukan tanah di belakang rumah merembet sampai ke dalam, kemudian rumah mulai rusak, malamnya hujan mulai sudah ada gundukan tanah, besok paginya sudah kelihatan itu retak-retak,” jelasnya.

Pria paruh baya itu mengaku telah bersurat ke dinas terkait, untuk meminta solusi atas pengerjaan proyek yang menimbulkan kerugian bagi dirinya.

“Saya sudah bersurat, semoga cepat ditanggapi, jangan sampai semakin parah nanti,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Bina Antariansyah membenarkan itu memang proyek pengerjaan milik pihaknya, rehabilitas Kecamatan Bontang Barat yakni pembersihan longsoran, dengan cara pengerukan tanah.

“Setelah saya koordinasi dengan teman-teman di lokasi memang tidak ada komplain. Dan lagi jarak antara lokasi dengan rumah jauh, kami tidak pakai alat berat tiang pancang tapi hanya ekskavator kecil, tidak menyebabkan getaran,” terangnya.

dijelaskan Bina, sebelumnya pengerjaan itu merupakan tanah yang mengalami longsor akibat hujan. Bekas longsoran tersebut menutupi bahu jalan, hingga dikhawatirkan menggangu pengguna jalan yang melintas, sehingga harus dilakukan pengerukan.

“Nanti akan kami jawab suratnya. Tapi kalau bicara tanggung jawab, bukan tanggung jawab kami, kan harus ada bukti, jadi itu yang memutuskan tim, bukan PU serta merta mengganti,” katanya.

Baca Juga  Bangun Dapur Umum, Polri-TNI Bagikan 400 Nasi Bungkus Bagi Warga Bontang

Reporter : Yulianti Basri
Editor : Kartika Anwar

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply