Wanti-wanti Pemerintah Evaluasi Libur Panjang Akhir Tahun

KITAMUDAMEDIA – Wanti-wanti disampaikan pemerintah mengenai evaluasi libur panjang pada akhir tahun 2020. Jika kasus Corona meningkat, ada opsi libur panjang diperpendek atau ditiadakan.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo, dalam siaran langsung dari kanal YouTube BNPB, Minggu (15/11/2020). Satgas COVID-19 saat ini masih melihat ada atau tidaknya lonjakan kasus Corona.

“Nah oleh karenanya Satgas sendiri masih mengikuti perkembangan sampai dengan satu minggu yang akan datang, apakah dampak dari libur panjang ini signifikan terjadinya kasus, atau karena memang sudah semakin baik masyarakat menerapkan liburan kemarin, liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan,” kata Doni.

Doni mengatakan libur akhir 2020 tak akan berubah jika tak ada peningkatan kasus Corona. Namun bila sebaliknya, Satgas bisa mengusulkan ke pemerintah untuk memperpendek duras libur pada akhir 2020.

“Nah kalau ini bisa diketahui bahwa kasusnya tidak mengalami peningkatan dan juga kita masih bisa mengendalikannya dengan baik, ya insyaallah pada akhir tahun yang akan datang kita tetap memberikan masukan kepada pemerintah untuk bisa melanjutkan libur panjang,” terang Doni.

“Tetapi, apabila kasusnya meningkat seperti pada periode Agustus dan September yang lalu, maka tentu rekomendasinya adalah libur panjang diperpendek atau ditiadakan sama sekali,” imbuhnya.

Doni juga meminta masyarakat menyadari bahaya COVID-19 dengan menghindari kerumunan. Pemerintah meminta seluruh masyarakat menyetop kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

“Satu hal yang perlu kita lakukan meningkatkan disiplin kolektif, meningkatkan kesadaran kolektif untuk tidak melakukan berbagai macam acara yang dapat menimbulkan kerumunan. Sekali lagi, semua aktivitas yang berhubungan dengan timbulnya kerumunan tolong untuk dihindari,” ujar Doni.

Doni juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia saling mengingatkan jika ada salah satu anggota keluarga yang hendak menghadiri acara kerumunan. Menurut Doni, kesadaran masyarakat memakai masker sudah meningkat tetapi kesadaran masyarakat menghindari kerumunan masih jauh dari target.

“Oleh karenanya seluruh pihak di manapun berada untuk tidak menyelenggarakan acara-acara yang dapat timbulkan kerumunan karena potensi penularan COVID pasti akan semakin tinggi, dan ini akan menyulitkan kita semua. Kita bersyukur bangsa kita masih bisa dalam proses pengendalian cukup baik dibandingkan sejumlah negara,” jelasnya.

Doni memohon agar masyarakat mengikuti anjuran pemerintah. Doni juga meminta bantuan sejumlah tokoh agama untuk mengingatkan.

“Tolong ini kita jaga, pemerintah tak bisa kerja sendirian, pemerintah butuh bantuan dari segenap komponen masyarakat, utamanya tokoh agama yang kiranya bisa jadi suri tauladan untuk bisa mengingatkan masyarakat kita, bahwa selama pandemi masih berlangsung maka kita harus bisa menghindari adanya kerumunan,” tuturnya.

“Sekali lagi menghindari kerumunan adalah modal yang harus kita kumandangkan setiap saat. Kita tidak tahu kapan COVID akan berakhir, bisa lebih lama lagi, dan kita harus punya stamina untuk menghadapi ini semua. Dan kita juga mohon kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa agar kita diberikan kesabaran untuk bisa hadapi ini, sehingga kita tak mudah terpancing hadiri acara yang timbulkan kerumunan,” tambahnya. (Detik)

Editor : Redaksi

Leave a Reply