Wali Kota Blitar Viral Joget Dangdutan, Bantah Langgar Prokes

KITAMUDAMEDIA – Sebuah tayangan video beredar di media sosial memperlihatkan Wali Kota Blitar, Santoso, tengah berjoget dan bernyanyi dangdut bersama sejumlah orang.

Video itu mendapat sorotan publik lantaran sang wali kota terlihat asyik bernyanyi dan berjoget, diduga tanpa menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam video itu nampak Santoso memakai kemeja batik asyik berjoget di sebuah panggung. Ia terlihat tak mengenakan masker. Begitu juga sekitar 10 orang yang berada di sekitarnya.

Sebuah tayangan video beredar di media sosial memperlihatkan Wali Kota Bliter, Santoso, tengah berjoget dan bernyanyi dangdut bersama sejumlah orang.

Video itu mendapat sorotan publik lantaran sang wali kota terlihat asyik bernyanyi dan berjoget, diduga tanpa menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Dalam video itu nampak Santoso memakai kemeja batik asyik berjoget di sebuah panggung. Ia terlihat tak mengenakan masker. Begitu juga sekitar 10 orang yang berada di sekitarnya.

Di bawah panggung terlihat sejumlah orang juga bergerombol tanpa jarak sambil bergoyang. Meski demikian beberapa di antaranya tetap mengenakan masker.

Saat dikonfirmasi, Santoso membenarkan bahwa ia adalah sosok yang ada di video tersebut. Namun ia membantah jika disebut tak menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengatakan video itu diambil saat ia menggelar tasyakuran pelantikan dirinya sebagai Wali Kota Blitar periode 2021-2024, di Gedung Balai Kota Koesoema Wicitra, Jumat (26/2).

Ia mengatakan orang yang diundangnya dalam acara itu itu adalah relawannya saat Pilkada Kota Blitar 2020 lalu. Jumlahnya ia batasi hanya 30-40 orang.

“Kami taati protokol kesehatan, kami undang 30-40 orang,” katanya, Minggu (7/3).

Santoso menyebut, acara tasyakuran itu sebenarnya diisi dengan kegiatan makan-makan saja. Namun, agar tak sepi dan demi memeriahkan acara ia pun mengundang musisi organ tunggal.

“Supaya pada saat makan itu tidak diam nggak ada apa-apa, saya iringi dalam rangka makannya itu biar lebih semangat akhirnya ada electone [organ tunggal] yang saya persembahkan,” ucapnya.

Meski demikian ia berdalih, bahwa acara itu tetao menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan membatasi jam tasyakuran tak lebih dari pukul 22.00 WIB.

“Jadi protokol kesehatan tetap kota perhatikan, dan di situ juga saya batasi, tidak lebih dari jam 22.00 WIB,” pungkas dia.

Pasangan Santoso-Tjutjuk Sunario sendiri baru resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Grahadi, Kota Surabaya, Jumat (26/2) lalu. (CNN)

Editor : Redaksi KMM

Leave a Reply