Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

5 Manfaat Daun Sukun, Bantu Turunkan Asam Urat dan Kolesterol

KITAMUDAMEDIA – Sukun adalah tanaman tropis dengan buah tidak berbiji dan berdaging empuk. Inilah mengapa orang Eropa menyebutnya sebagai buah roti atau breadfruit.

Buah sukun kerap diolah menjadi gorengan.

Selain buah, daun sukun juga bisa dikonsumsi dan memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Manfaat Daun Sukun

Manfaat daun sukun diperoleh dengan mengonsumsi air rebusannya.

Dikutip dari Kompascom(19/11/2022), caranya adalah cuci bersih daun sukun dan rebus ke dalam lima gelas air sampai mendidih.

Setelah mendidih, tambah air lagi dan tunggu sampai mendidih kembali.

Angkat dan saring air rebusan. Kemudian, biarkan mendingin, barulah air rebusan dan sukun dikonsumsi.

Berikut beberapa manfaat daun sukun atau Artocapus artilis bagi kesehatan, seperti dihimpun dari berbagai sumber:

1. Menurunkan asam urat tinggi

Kadar asam urat tinggi meningkatkan risiko kerusakan sendi. Kondisi ini berisiko pada radang sendi bernama penyakit asam urat atau gout.

Tingginya asam urat dalam tubuh biasanya akibat konsumsi zat purin berlebih, seperti makanan laut, daging merah, dan jeroan.

Merujuk buku Mengenal Manfaat Sukun, Manggis, dan Sirsak Dari Pengobatan Hingga Olahan Makanan, seperti dikutip kontan, daun sukun mengandung vitamin B1, B2, C, kalsium, fosfor, zat besi, flavonoid, dan beta sitosterol.

Kandungan flavonoid dalam daun sukun bermanfaat menurunkan asam urat dengan cara menghambat xantin oksidase, enzim pengubah purin menjadi asam urat.

Namun begitu, penderita asam urat tak boleh hanya bergantung pada air rebusan daun sukun . Orang dengan asam urat tinggi harus menjaga konsumsi makanan yang mengandung purin.

2. Menurunkan gula darah

Menurut artikel dalam jurnal madula (2017) dari Fakultas Kedokteran Unila, ekstrak daun sukun terbukti memiliki efek antidiabetik dan antihiperglikemik.

Baca Juga  Gerindra Optimis Raih Dua Kursi DPR RI Dapil Kaltim

Artinya, daun sukun berkhasiat mencegah gula darah berada dalam kadar tinggi atau melebihi batas normal.

Manfaat daun sukun ini lantaran kandungan flavonoid yang mampu menurunkan kadar gula darah dan menurunkan kadar HbA1C.

Kadar HbA1C sendiri menjadi indikator keberhasilan pengobatan pada pasien dengan diagnosis diabetes.

3. Melindungi jantung

Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2010 silam pernah meneliti manffat daun sukun untuk penyakit kardiovaskular.

Dari sana, seperti dikutip kompas.com (11/5/2010), mereka menemukan bahwa kandungan flavonoid dan beta sitosterol pada daun Sukun membawa manfaat baik bagi jantung.

Tercatat, dua senyawa itu membantu melindungi jantung dari iskemia atau kekurangan aliran darah, penyebab terjadinya gagal jantung.

4. Menurunkan kolesterol

Dilansir dari Kompas.com (15/4/2010), Pusat Penelitian Kimia LIPI juga menemukan Manfaat daun Sukun sebagai penurun kadar kolesterol.

Khasiat tersebut berdasarkan uji terhadap ekstrak daun sukun pada mencit di laboratorium.

Hasilnya, senyawa flavonoid khas yang dimiliki daun ini berperan menghambat penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah aorta, sehingga kadar kolesterol turun secara signifikan.

5. Mengatasi tekanan darah tinggi

Dilansir dari Kontan (8/4/2021), daun sukun yang telah menguning mengandung champorol, phenol, dan quercetin yang berperan menurunkan tekanan darah.

Selain itu, penelitian pada tikus dalam Jurnal 

Pharmaceutical Biology 2012) menunjukkan, ekstrak daun sukun dapat digunakan sebagai obat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Namun, manfaat daun sukun ini memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pada manusia.(Kompas)

Editor : Redaksi KMM

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply