KITAMUDAMEDIA, Bontang – Korban tindak asusila di salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Bontang Selatan, diketahui mengalami trauma.
Aksi tak terpuji dari pimpinan ponpes tersebut menimbulkan ketakutan yang membekas bagi korban. Terduga pelaku yang diketahui calon anggota legislatif (caleg) daerah pemilihan (dapil) Bontang Selatan tersebut bahkan kerap mengancam korban jika berani membongkar aksinya.
Dari keterangan saudara korban, kejadian pelecehan yang dialami adiknya tersebut pertama kali terjadi saat korban masih berusia 17 tahun saat masih duduk di kelas 2 SMA.
“Adik saya saat ini mengalami trauma, akibat perilaku keji yang dilakukan pelaku yang juga merupakan tokoh dan pemuka agama,”ucapnya, Kamis (30/11/2023).
Lebih lanjut, kakak korban menyampaikan beberapa fakta terjadinya pelecehan tersebut, dirinya menemukan bukti chat pelaku kepada adiknya (korban) yang berisi membujuk dan merayu korban.
“Ada semua di catatan pribadi adik saya,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, sang adik ini tidak berani mengatakan apa yang sedang dialaminya saat itu, yang membuat keluarga curiga terjadi sesuatu, setiap waktunya nelpon keluarga kerap menangis.
“Saya sudah curiga ada yang disembunyikan, dia gak berani ngomong, karena takut. Dia diancam akan dianiaya jika perbuatan asusila itu terkuak,” tuturnya.
Saat redaksi kitamudamedia.com mengkonfirmasi kasus tersebut kepada pihak kepolisian, Iptu Hari Supranoto membenarkan adanya laporan masuk terkait pelecehan seksual terhadap salah seorang santri.
“Iya ada laporan masuk kemarin kalau gak salah hari Selasa kemarin (28/11/2023) laporannya kami terima,” ungkapnya pada redaksi kitamudamedia.com, Kamis (30/11/2023).
Ia juga mengatakan, saat ini kasus tersebut sedang melakukan pendalam kasus guna mengumpulkan bukti yang kuat, untuk selanjutnya memanggil diduga pelaku pelecehan seksual tersebut.
“Saat ini masih kita dalami kasusnya, nanti kalo sudah lengkap kronologi nya akan saya informasikan,” tutupnya.
Reporter : Yulia.C
Editor : Kartika Anwar



