Pemkab Kukar Siapkan ASN Hadapi Pensiun dengan Pembekalan Keuangan
KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menunjukkan perhatian serius terhadap kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendekati masa pensiun. Melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemkab Kukar menggelar pembekalan khusus seputar pengelolaan keuangan, beberapa waktu lalu.
Langkah ini bertujuan agar para ASN mampu menghadapi masa purna tugas dengan kesiapan finansial yang matang dan mental yang positif. Kegiatan ini juga menghadirkan PT Taspen (Persero) Cabang Samarinda, yang secara khusus memberikan edukasi terkait hak-hak pensiun dan manfaat jaminan sosial yang dapat diakses ASN setelah pensiun.
Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar, Dafip Haryanto, menegaskan bahwa kegiatan ini penting untuk membangun pemahaman ASN agar mereka mampu mengatur dana pensiun dengan bijak dan produktif. “Kita ingin ASN yang akan pensiun tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga secara finansial dan psikologis. Masa pensiun bukan akhir segalanya, justru bisa menjadi awal baru,” ujarnya.
Dafip juga menyampaikan bahwa masa pensiun seharusnya dipandang sebagai fase baru yang tetap bisa diisi dengan aktivitas produktif. Oleh karena itu, pembekalan ini juga mencakup pengenalan berbagai produk perbankan dan peluang usaha yang bisa dimanfaatkan para ASN setelah pensiun.
Melalui sesi bersama BSI, peserta dikenalkan dengan strategi pengelolaan keuangan syariah, perencanaan investasi, serta opsi usaha mikro yang sesuai dengan kebutuhan pensiunan. Sementara dari pihak PT Taspen, peserta mendapatkan gambaran lengkap mengenai prosedur klaim, jenis manfaat, hingga tata cara mengoptimalkan dana pensiun.
“Kami ingin para ASN memasuki masa pensiun dengan penuh percaya diri, tidak bingung menghadapi perubahan, dan tetap bisa memberi kontribusi melalui kegiatan yang bermanfaat,” tambah Dafip.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung transisi ASN dari dunia kerja menuju masa pensiun secara utuh—baik dari sisi finansial, sosial, maupun psikologis. Dengan pembekalan ini, masa pensiun diharapkan bisa menjadi masa yang tetap aktif, sehat, dan sejahtera bagi para pegawai yang telah mengabdi selama puluhan tahun.(Adv)



