KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi membuka kembali destinasi kolam renang Putri Junjung Buyah, setelah sebelumnya ditutup pada akhir tahun lalu.
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, mengatakan bahwa penutupan destinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi pondasi pagar yang mengalami kemiringan dan dinilai berpotensi membahayakan pengunjung.
“Kemarin kan habis perbaikan. Kan pondasinya yang miring itu, cukup lama prosesnya. Kita tutup juga jalannya,” kata Syafliansyah, Kamis (17/4/2025).
Syafliansyah menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan aset negara yang harus dijaga dan dirawat secara maksimal.
“Pelan-pelan lah. Itu juga aset negara. Perlu pembiayaan untuk perbaikannya. Yang penting kita itu aman dulu lah bagi masyarakat yang menggunakan,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, penutupan ini bukan semata-mata untuk merenovasi, tetapi juga demi menjamin keselamatan masyarakat yang menggunakan kolam tersebut.
“Khawatir nanti orang-orang berenang, lalu nabrak pagar. Jadi cerita lagi, kan? Nabrak pagar, diberitakan lagi, kan. Untung orangnya nggak apa-apa. Kalau terjadi di luar dugaan, nanti jadi horor,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa akses jalan di sekitar kolam sempat ditutup dan mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Namun, keputusan tersebut diambil bersama instansi terkait demi alasan keamanan.
“Walaupun banyak yang minta dibuka, kalau lagi ada event, kita libatkan semua stakeholder di situ, dan disepakati kan? Dari Polres, OPD, Satpol PP, dan PU. Artinya, tim teknisnya menyampaikan semua ini kenapa harus ditutup,” ungkapnya.
Syafliansyah menilai bahwa akses menuju lokasi memang sempat menyulitkan saat ada kegiatan, namun hal itu dilakukan demi menghindari risiko yang lebih besar.
“Tapi kan kita repot juga nanti. Kalau ada mobil di sana atau orang berdiri di sana, kita kan nggak tahu kapan sesuatu terjadi. Lebih baik kita antisipasi duluan,” ujarnya.
Syafliansyah menyampaikan bahwa pihaknya akan terus menyesuaikan perbaikan fasilitas secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Fasilitas sih pasti kita pelan-pelan ke depan, menyesuaikan. Karena asetnya, kan, dan standarnya, yang ada ini kan standar PON. Memang perlu biaya besar untuk proses pemeliharaannya,” tutupnya.
(adv)



