Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

DPRD Kaltim Desak Kepastian Pembangunan UlangFender Jembatan Mahakam I

KITAMUDAMEDIA, Samarinda — Sudah dua bulan sejakJembatan Mahakam I kehilangan fender pelindung pilar akibatditabrak ponton bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra TujuhSamudra (PMTS) pada 16 Februari 2025. Meski perusahaantelah menyatakan komitmennya membangun kembali fender tersebut, hingga pertengahan April belum ada progres nyata di lapangan.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkaitaspek keselamatan saat melintasi jembatan yang merupakansalah satu jalur utama penghubung kota Samarinda. Untukmerespons hal ini, Komisi II DPRD Kalimantan Timur menggelar rapat dengar pendapat (RDP) pada Rabu (16/4/2025), yang menghadirkan sejumlah pihak terkait.

Turut hadir dalam RDP tersebut di antaranya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Dinas PUPR-Pera Kaltim, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda, serta Pelindo Samarinda.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan pentingnya kepastian waktu pembangunan ulangfender agar keresahan publik dapat diminimalisasi.

“Tanpa fender, kekhawatiran masyarakat meningkat. Apalagilalu lintas kapal di bawah jembatan sangat padat. Kita perlukepastian jadwal pembangunan ulang demi keselamatanbersama,” ujar Sabaruddin.

Ia mengingatkan bahwa Kaltim pernah mengalami musibahbesar dengan ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara pada 2011, dan tidak ingin hal serupa kembali terjadi.

Dalam forum tersebut, perwakilan BBPJN Kaltim menjelaskanbahwa pemasangan fender tidak bisa dilakukan tergesa-gesa, karena harus melalui proses kajian teknis yang kompleks. Berdasarkan hasil investigasi, lapisan tanah keras baruditemukan di kedalaman 50 meter, sementara sungai hanyamemiliki kedalaman sekitar 22 meter saat ini. Kajian teknisditarget rampung paling lambat Juni 2025.

Pembangunan ulang fender diperkirakan selesai akhir 2025, dengan anggaran sekitar Rp 35 miliar. Dana tersebut akanditanggung sepenuhnya oleh PMTS, selaku pihak penabrak, yang telah menyatakan kesediaan membangun ulang secaralangsung tanpa mekanisme ganti rugi pemerintah.

Baca Juga  Alasan 33 Ribu Siswa Bontang Belum Nikmati Makanan Bergizi Gratis

Sementara itu, DPRD menyoroti aspek keselamatan selamamasa tunggu tersebut. “Waktu pembangunan sudah adakejelasan. Tapi bagaimana dengan keamanan lalu lintas kapalselama fender belum terpasang?” tegas Sabaruddin.

Menanggapi hal itu, KSOP Samarinda menjelaskan bahwapihaknya telah menambah dua kapal tunda untuk mengawalkapal yang melintasi area jembatan, guna meminimalkan risikobenturan.

Dinas PUPR-Pera Kaltim juga memaparkan hasil simulasi teknisyang menunjukkan bahwa pilar ketiga Jembatan Mahakam I mampu menahan benturan hingga 3.800 kilonewton (kN) pada kecepatan kapal maksimal lima knot. Namun, pada saat arussungai kuat, daya tahan tersebut turun drastis hingga hanyamampu menahan kapal berbobot 100 ton DWT. Untuk kondisiaman, disarankan kapal melintas dengan kecepatan maksimum0,5 knot, sehingga pilar masih mampu menahan benturan darikapal hingga 15 ribu DWT.

Menutup rapat, Sabaruddin menyatakan bahwa DPRD akanterus mengawal progres pembangunan ulang fender dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Kita sudah mendapat gambaran lengkap. Sekarang tugas kitamengawasi agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal, dan keselamatan warga tetap terjamin,” pungkasnya.

(Adv/DPRDKaltim)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply