KITAMUDAMEDIA, Bontang – Operasi timbang serentak yang digelar di Kota Bontang selama sepekan resmi berakhir pada Sabtu (10/5/2025). Dari target 10.104 anak, sebanyak 10.032 anak berhasil diperiksa. Hasilnya, 1.753 anak teridentifikasi bertubuh pendek.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Bambang Sri Mulyono, mengatakan jumlah sasaran mengalami penyesuaian seiring pembaruan data di lapangan. Meski ditemukan ribuan anak bertubuh pendek, ia menegaskan belum semuanya bisa dikategorikan stunting.
“Anak-anak tersebut belum tentu stunting, tetapi dimasukkan dalam klasifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Bambang, Minggu (11/5/2025).
Ia menambahkan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Dampaknya tidak hanya fisik, tapi juga menghambat perkembangan otak serta meningkatkan risiko penyakit di masa depan.
Dipaparkan, data anak bertubuh pendek tersebar di 15 kelurahan di Bontang. Lima kelurahan dengan jumlah terbanyak yakni Lok Tuan sebanyak 261 anak, Tanjung Laut Indah 181 anak, Tanjung Laut 174 anak, Bontang Lestari 151 anak, dan Berebas Tengah 127 anak.
Selanjutnya disusul oleh Kelurahan Api-Api sebanyak 115 anak, Belimbing dan Berbas Pantai masing-masing 106 anak, Gunung Telihan 102 anak, Gunung Elai 95 anak, Guntung 91 anak, Bontang Baru 71 anak, Satimpo 65 anak, Bontang Kuala 52 anak, Kampung Sidrap 32 anak, serta Kanaan dengan jumlah terendah yakni 25 anak.
Dikatakan Bambang, data ini menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan untuk melakukan intervensi lanjutan guna menentukan status stunting secara pasti, dengan mempertimbangkan indikator lain seperti status gizi dan berat badan anak.
“Seluruh data ini akan kami tindak lanjuti untuk intervensi lanjutan. Penentuan stunting memerlukan indikator lain seperti status gizi dan berat badan anak,” ujar Bambang.
Meski sebagian besar kelurahan telah mencapai target pemeriksaan 100 persen, masih ada beberapa wilayah yang belum memenuhi capaian tersebut. Di antaranya adalah Kelurahan Lok Tuan yang masih menyisakan 0,64 persen anak yang belum diperiksa. Sementara itu, Kelurahan Satimpo baru mencapai 83,72 persen dari total sasaran.
“Untuk Kelurahan Satimpo, akan kami tindak lanjuti. Sebagian besar anak yang belum terdata berada di kawasan kompleks perumahan PT Badak NGL,” tutup Bambang.(*)
Reporter: Yulia.C
Editor: Icha Nawir



