KITAMUDAMEDIA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menunjukkan komitmen seriusnyadalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika di daerah. Salah satunya dengan mendorong perluasan Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Tanah Merah, Samarinda, yang selama ini menjadi pusat layananrehabilitasi terbesar di Kaltim.
Dorongan tersebut disampaikan usai Ananda mengikutipertemuan bersama Komisi III DPR RI, yang melakukankunjungan kerja ke Kalimantan Timur baru-baru ini. Dalam diskusi yang berlangsung, terungkap bahwa kapasitas balairehabilitasi saat ini hanya mampu menampung 250 orang, jauh dari kebutuhan riil masyarakat.
“Dengan kondisi Kaltim sebagai wilayah yang terusberkembang, kebutuhan akan tempat rehabilitasi sangat mendesak. Untuk itu, perluasan fasilitas yang bisa memakanwaktu tiga tahun harus segera dimulai,” tegas Ananda.
Ia menambahkan, akses layanan rehabilitasi yang memadaimerupakan hak semua warga yang ingin pulih dariketergantungan narkoba. Oleh karena itu, peningkatan kapasitasbukan hanya soal angka, tapi juga tentang kemanusiaan dan masa depan generasi muda.
Dalam komitmennya, Ananda juga menekankan bahwa DPRD Kaltim siap bersinergi dengan DPR RI untuk memperjuangkananggaran dan dukungan kebijakan terkait pengembanganlayanan rehabilitasi narkotika di daerah.
“Kami ingin agar tempat rehabilitasi di Tanah Merah tidakhanya menjadi simbol, tapi betul-betul mampu melayanimasyarakat yang membutuhkan dengan maksimal,” ujar politisimuda PDI Perjuangan tersebut.
Dengan dorongan ini, Ananda berharap Kaltim dapat memilikifasilitas rehabilitasi yang modern, manusiawi, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk merekayang berada di daerah-daerah terpencil.(*Adv)
Editor: Redaksi.



