KITAMUDAMEDIA, Bontang – Wajah Pulau Beras Basah akan berubah. Pemerintah Kota Bontang tengah mempersiapkan langkah serius untuk menata salah satu destinasi wisata favorit ini. Peninjauan langsung pun dilakukan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, awal pekan ini.
Dalam kunjungannya ke lokasi pada Senin (30/6/2025), Agus Haris menilai kondisi pulau masih semrawut dan belum tertata optimal. Keberadaan tenda-tenda terpal dinilai mengganggu estetika kawasan wisata yang kerap menjadi tujuan utama pelancong dari dalam dan luar Bontang.
“Ini salah satu program prioritas Pemkot Bontang. Hari ini saya diamanahkan oleh Ibu Wali Kota untuk meninjau langsung ke Pulau Beras Basah, sebagai persiapan penataan destinasi wisata yang insya Allah dimulai pada tahun 2026,” ungkap Agus Haris.
Namun, sebelum penataan fisik dilakukan, Pemkot Bontang akan memastikan dasar hukum yang jelas terkait pengelolaan pulau. Meskipun sebelumnya telah ada surat edaran yang memberi wewenang kepada Pemkot, surat tersebut diterbitkan saat posisi Gubernur Kalimantan Timur masih dijabat oleh Penjabat (Pj).
“Nanti akan kita laporkan lagi ke Pemerintah Provinsi untuk memperbarui MoU. Setelah itu, baru kita susun Perjanjian Kerja Sama (PKS). Insya Allah, besok Dispora akan berangkat ke Provinsi untuk membahas lebih lanjut pengelolaan Pulau Beras Basah,” jelasnya.
Penataan akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup pintu masuk pelabuhan hingga seluruh area dalam pulau. Selain memperbaiki tatanan fisik, sistem pengelolaan pengunjung juga akan dibenahi. Setiap wisatawan nantinya wajib membeli tiket masuk dan akan didata sejak tiba di pelabuhan, termasuk jika ingin bermalam di pulau tersebut.
“Insya Allah, mulai tahun 2026 penataan akan dilaksanakan. Targetnya, tidak ada lagi tenda-tenda terpal supaya keindahan pulau lebih terjaga dan tidak terkesan kumuh. Apalagi sudah ada guest house yang bisa dimanfaatkan wisatawan jika hujan atau ingin bermalam,” tandasnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Bontang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 32 miliar untuk mendukung proses penataan. Estimasi waktu pengerjaan diperkirakan memakan waktu dua tahun, dengan harapan Pulau Beras Basah dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang lebih representatif dan tertib.
Langkah ini juga diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, seiring peningkatan kenyamanan dan pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.(*)
Reporter: Yulia. C
Editor: Icha Nawir



