Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Festival Budaya Grebeg Suro Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Loa Janan

KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Kecamatan Loa Janan terus meneguhkan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui sinergi antara pemerintah kecamatan, komunitas lokal, serta pelaku usaha kreatif, wilayah ini perlahan menjelma menjadi ruang produktif yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong inovasi berbasis budaya.

Camat Loa Janan, Heri Rusnadi, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata adalah penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) bulanan yang mempertemukan pemerintah, Komite Ekonomi Kreatif, serta para pelaku seni dan budaya di wilayah tersebut.

“Forum ini bukan hanya wadah diskusi, tetapi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan ide dan menyatukan visi. Dari sinilah lahir berbagai program kreatif, termasuk di sektor seni rupa dan seni pertunjukan yang kini mulai dikenal lebih luas,” jelas Heri saat dikonfirmasi, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya, tren seni airbrush yang berkembang di Loa Janan menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat dapat bertransformasi mengikuti zaman. Teknik yang sebelumnya banyak ditemukan dalam mural kini merambah ke dunia otomotif, memperlihatkan kemampuan pelaku kreatif lokal dalam menjawab kebutuhan pasar.

Tak hanya itu, festival budaya tahunan yang diinisiasi komunitas lokal juga semakin memperkuat identitas Loa Janan. Mulai tahun ini, pelaksanaan festival budaya—yang dibuka dengan tradisi Grebeg Suro—sepenuhnya dipercayakan kepada komunitas. Hal ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengelola dan memajukan kegiatan seni serta budaya.

“Budaya adalah akar, dan kreativitas adalah buahnya. Jika akar kuat, maka buah yang dihasilkan akan beragam dan berkualitas. Maka dari itu, partisipasi masyarakat menjadi roh dari pembangunan ekosistem kreatif di Loa Janan,” tambah Heri.

Baca Juga  Jumlah Covid Melandai, Abdul Haris Dukung PTM

Festival Grebeg Suro sendiri menjadi momentum penting yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Pedagang kecil, seniman, hingga pelaku UMKM mendapat ruang untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas. Dampak ekonomi yang tercipta pun dirasakan langsung oleh warga desa.

Heri menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan festival menjadi bukti bahwa desa memiliki kapasitas untuk mandiri dalam mengelola potensi lokal. Pemerintah kecamatan, lanjutnya, hanya berperan sebagai fasilitator dan jembatan agar kreativitas masyarakat dapat terus tumbuh.

“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi proses pemberdayaan. Masyarakat yang menjadi subjek pembangunan, sementara pemerintah hadir sebagai pendukung. Dengan cara ini, Loa Janan tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru,” tuturnya.

Dengan strategi partisipatif tersebut, Loa Janan menargetkan diri sebagai role model bagi kecamatan lain di Kukar dalam membangun ekonomi kreatif berbasis budaya. Ke depan, pendekatan inklusif ini diharapkan mampu menjaga jati diri lokal sekaligus meningkatkan daya saing daerah. (*Adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply