KITAMUDAMEDIA, Bontang — Pelaksanaan perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD, Sitti Yara. Ia menekankan pentingnya menjaga mutu dan higienitas makanan yang disalurkan, agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar bermanfaat bagi siswa penerima.
Menurutnya, penyedia makanan—dalam hal ini para mitra MBG—harus memastikan bahwa makanan yang didistribusikan berasal dari bahan baku berkualitas, segar, dan bersih sehingga tidak mudah basi atau rusak.
“Bahan memasaknya tidak boleh asal. Harus dipastikan segar dan layak konsumsi,” tegas Sitti Yara beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan bahwa bahan pangan hewani seperti ikan, ayam, dan daging sapi harus benar-benar segar karena mudah terkontaminasi bakteri dan cepat rusak. Jika tidak ditangani dengan benar, risiko keracunan meningkat, nilai gizi menurun, dan rasa makanan pun bisa berubah.
“Produk seperti tongkol, tuna, atau daging tidak bisa bertahan lama. Harus dalam kondisi segar saat dimasak dan dikonsumsi. Ini tanggung jawab mitra MBG untuk memastikan sejak awal proses persiapan,” jelas politisi PKB tersebut.
Selain kualitas bahan baku, Sitti Yara juga menggarisbawahi pentingnya kebersihan dalam setiap tahapan penyajian makanan, mulai dari pencucian bahan, proses memasak, penyimpanan, hingga penyajian kepada penerima.
“Jangan sampai gara-gara tidak higienis, penerima MBG malah jatuh sakit,” ucapnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan perdana MBG di Bontang menjangkau 1.612 penerima yang tersebar di lima sekolah. Namun, cakupannya belum merata karena baru dua dapur yang beroperasi dari kebutuhan ideal sebanyak 16 dapur. Selain itu, belum semua sekolah aktif beroperasi pada hari pertama peluncuran.
Program MBG sendiri ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia melalui pemberian makanan sehat dan bergizi secara gratis, dan diharapkan terus berkembang hingga mencakup seluruh sekolah di Bontang.(*)
Reporter: Yulia.C
Editor: Icha Nawir



