KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang tengah mempercepat penanganan banjir yang selama ini menjadi momok di sejumlah kawasan rawan genangan. Salah satu langkah konkret yang ditempuh Dinas Pekerjaan Umum (PU) adalah dengan melakukan pelebaran saluran drainase.
Pelebaran saluran drainase dimulai dari kawasan Jalan HM. Ardan hingga perempatan SMA Negeri 2 menuju arah Sungai Dahlia. Saluran drainase di titik tersebut dinilai tidak mampu menampung debit air hujan karena hanya memiliki lebar sekitar 30 sentimeter. Hal ini kerap menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air dan menimbulkan genangan.
“Drainase saat ini dalam proses pelebaran agar aliran air lebih lancar. Ini bagian dari upaya kami menangani masalah banjir yang kerap terjadi di area tersebut,” ujar Kepala Dinas PU Kota Bontang, Edi Prabowo, kepada redaksi, Kamis (31/7/2025).
Selain kawasan HM. Ardan, pengerjaan serupa juga dilakukan di sejumlah titik lainnya seperti RT 19 Jalan Labu Putih, Kelurahan Gunung Elai, yang kerap tergenang meski hujan hanya turun dengan intensitas ringan. Proyek drainase juga menyasar Jalan MT Haryono, tepatnya di depan kawasan Rudal, serta wilayah Tanjung Laut.
“Insya Allah melalui kegiatan ini, masalah banjir di wilayah-wilayah tersebut bisa teratasi. Untuk di daerah Rudal, selain drainase kami juga akan membangun trotoar seperti di Jalan A. Yani. Bedanya, di sana tidak diberi tempat duduk karena merupakan area militer,” jelas Edi.
Ia mengimbau masyarakat untuk bersabar dan berhati-hati saat melintasi area proyek. Dinas PU juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pengerjaan berlangsung, termasuk dampak terhadap jaringan gas (jargas) serta kondisi jalan yang menjadi berdebu.
“Kami atas nama pemerintah memohon maaf kepada masyarakat atas terganggunya aktivitas selama proyek berlangsung,” pungkasnya.(*)
Reporter: Yulia C.
Editor: Icha Nawir



