Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Loa Janan Mantapkan Langkah Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Inovasi Pertanian

KITAMUDAMEDIA,Tenggarong – Semangat memperkuat ketahanan pangan terus digelorakan oleh Pemerintah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui berbagai program inovatif dan kolaboratif, wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi Kukar ini kini berupaya menjelma menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan seluruh potensi pertanian yang dimiliki wilayahnya. Fokus utama diarahkan pada pengembangan komoditas padi dan jagung yang dinilai paling relevan untuk mendukung kebutuhan pangan lokal dan nasional.

“Alhamdulillah, potensi lahan pertanian kita sangat besar. Selama ini Loa Janan sudah dikenal luas sebagai wilayah penghasil padi. Sekarang kami kembangkan lebih lanjut dengan jagung sebagai alternatif yang juga menjanjikan secara ekonomi,” ujar Hery, Selasa (3/6/2025).

Salah satu langkah strategis yang tengah dikembangkan di Loa Janan adalah penerapan sistem tumpang sari, yaitu metode tanam campuran antara jagung dan kelapa sawit. Menurut Hery, sistem ini bukan hanya memberi hasil panen yang lebih optimal, tetapi juga mampu mendongkrak penghasilan petani tanpa menambah luas lahan.

“Kami libatkan langsung Bupati Kukar saat panen perdana sistem tumpang sari beberapa waktu lalu. Ini bentuk nyata dukungan Pemkab terhadap petani dan inovasi pertanian,” katanya.

Dengan sistem ini, petani tidak hanya menggantungkan harapan pada satu komoditas. Mereka kini memiliki diversifikasi yang lebih baik, sehingga risiko kerugian akibat gagal panen pun bisa diminimalkan.

Keberhasilan program ketahanan pangan di Loa Janan tidak berdiri sendiri. Kolaborasi antarsektor menjadi kekuatan utama. Pemerintah daerah, kelompok tani, sektor swasta, dan masyarakat umum bersatu dalam satu visi untuk menciptakan pertanian tangguh dan produktif.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disketapang Kukar) juga mengambil peran penting dalam mendukung inisiatif ini. Mereka menyalurkan bantuan bibit jagung dan cabai kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di desa-desa Loa Janan, sebuah langkah nyata pemberdayaan berbasis komunitas.

Baca Juga  Bontang Raih Sertifikasi SPIP dan MRI, Najirah Minta Pengawasan Kualitas Barang/Jasa Ditingkatkan

“Kami melihat betapa aktifnya peran perempuan dalam sektor pertanian, terutama melalui KWT. Ini sangat membantu meningkatkan skala produksi pertanian rumah tangga,” tambah Hery.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan lokal yang beroperasi di wilayah Loa Janan juga turut berkontribusi. Mereka tidak sekadar mendukung melalui CSR, tetapi benar-benar turun tangan dalam proses penanaman jagung dan penyediaan infrastruktur pertanian.

“Ada beberapa perusahaan yang terlibat dalam program ini. Komitmen mereka untuk menjaga keberlanjutan pangan sangat kami apresiasi,” ungkapnya.

Lebih jauh, Hery menekankan pentingnya menjadikan desa sebagai basis pembangunan pertanian berkelanjutan. Menurutnya, Loa Janan memiliki semua elemen penting untuk menjadi contoh kawasan pangan yang mandiri, yakni sumber daya alam yang luas, petani yang aktif, serta dukungan lintas sektor yang kuat.

“Kami ingin kolaborasi ini terus berlanjut. Jika petani, pemerintah, dan dunia usaha bergerak bersama, ketahanan pangan bukan hanya target—tetapi sebuah kenyataan,” tegasnya.

Program penguatan sektor pertanian di Loa Janan saat ini tidak hanya berorientasi pada swasembada. Namun juga diarahkan untuk membangun ketahanan jangka panjang melalui modernisasi pertanian, efisiensi lahan, dan pemberdayaan kelompok-kelompok masyarakat berbasis gender dan generasi muda.

“Transformasi sektor pertanian bukan lagi pilihan. Ini sudah menjadi keharusan jika kita ingin melihat Kukar yang sejahtera dan tangguh di masa depan,” tutup Camat Hery Rusnadi.

Dengan semangat gotong royong, Loa Janan terus bergerak menjadi contoh nyata bahwa pertanian masa depan bisa dibangun dari desa, melalui konsistensi, inovasi, dan sinergi semua pihak.(Adv)

Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply