KITAMUDAMEDIA, Bontang – Aliansi Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) Kota Bontang menyampaikan 22 tuntutan kepada DPRD Bontang melalui audiensi di Ruang Rapat Paripurna, Rabu (3/9/2025).
Pertemuan itu dihadiri Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam bersama jajaran pimpinan, Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano, dan perwakilan Kodim 0908 Bontang.
Dalam forum tersebut, Ampera memaparkan 17 isu nasional dan 5 isu lokal. Isu nasional menyoroti penghentian keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, transparansi anggaran DPR, serta perlindungan hak buruh. Sementara isu lokal fokus pada pengawasan CSR perusahaan, beasiswa pendidikan, penanganan banjir, penerapan perda pekerja lokal, dan regulasi kepemudaan.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menilai langkah mahasiswa menyampaikan aspirasi lewat dialog lebih konstruktif dibandingkan turun ke jalan.
“Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti, baik isu nasional yang akan diteruskan ke DPR RI maupun isu lokal sebagai agenda prioritas DPRD,” kata Andi Faiz.
Audiensi berlangsung terbuka dan kondusif, ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh DPRD, Polres, Kodim, serta perwakilan mahasiswa. Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano turut memberikan apresiasi.
“Polres Bontang mendukung mekanisme dialog seperti ini. Aspirasi tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum. Inilah wujud demokrasi yang sehat,” ujar Widho.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



