KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sebanyak 508 siswa di SDN 009 Bontang Selatan masih harus menjalani pembelajaran bergiliran pagi dan siang akibat keterbatasan ruang kelas. Saat ini sekolah hanya memiliki sembilan ruang belajar, sementara kebutuhan ideal mencapai 18 ruang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDN 009 Bontang Selatan, Umi Qoalsum, mengatakan kekurangan ruang kelas membuat sekolah menerapkan sistem paralel dan pembelajaran dua shift.
“Jumlah siswa sekitar 508 orang, sementara ruang belajar yang tersedia hanya sembilan. Akhirnya kelas dibuat paralel dan pembelajaran dilaksanakan pagi dan siang,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, sekolah telah beberapa kali mengusulkan penambahan ruang kelas kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang. Pada 2025 lalu, lokasi yang direncanakan untuk pembangunan ruang kelas baru bahkan telah melalui pengecekan kondisi tanah untuk memastikan kelayakan pembangunan gedung bertingkat. Namun hingga pertengahan 2026, rencana tersebut belum terealisasi.
“Sudah pernah ada pengecekan lokasi, paling tidak kami membutukan 18 ruang belajar, saat ini baru ada 9 rombel, kurang 9 lagi,” tuturnya.
Dengan tambahan ruang kelas, seluruh siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran pada pagi hari tanpa harus berbagi jadwal dengan shift siang.
“Harapannya bisa secepatnya terealisasi. Dengan jumlah siswa sebanyak ini, semoga ke depan semua bisa belajar pagi, tidak ada lagi shift siang,” tutupnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



