
KITAMUDAMEDIA, Kutim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) tengah mematangkan rencana pembangunan penangkaran buaya di Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon.
Program ini menjadi jawaban atas meningkatnya kemunculan buaya di sekitar pemukiman warga.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus melindungi masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya memindahkan buaya tanpa konsep. Mereka butuh habitat aman, dan warga juga harus merasa terlindungi,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Menurut Noviari, kajian teknis telah dilakukan, termasuk Feasibility Study (FS) dan Detailed Engineering Design (DED) yang menjadi dasar pelaksanaan fisik nantinya.
Ia menambahkan, Pemkab Kutim juga membuka peluang kerja sama dengan investor yang tertarik mengembangkan kawasan ini agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penangkaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
“Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi tempat wisata edukatif dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Langkah tersebut, lanjutnya, juga merupakan bagian dari kebijakan Pemkab Kutim yang menempatkan isu lingkungan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.
Noviari berharap, penangkaran buaya di Muara Bengalon dapat menjadi contoh nyata bahwa konservasi dan ekonomi lokal bisa berjalan seiring tanpa harus saling mengorbankan.(ADV)



