
KITAMUDAMEDIA, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa perluasan akses energi bagi masyarakat desa terus dikebut agar seluruh desa yang belum terlayani PLN dapat tersambung pada awal 2026, menyusul komitmen percepatan dari pihak PLN.
Bupati Kutim, Ardiasnyah Sulaiman, menyatakan pemerintah memastikan seluruh persiapan teknis dan administrasi berjalan, serta percepatan pembangunan jaringan listrik merupakan salah satu indikator strategis peningkatan kualitas layanan publik.
“Kita pastikan semua proses disiapkan, target awal tahun 2026 harus diwujudkan,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).
Pemerintah menekankan bahwa perluasan akses energi tidak hanya terkait pemasangan jaringan, tetapi juga memastikan masyarakat siap menerima layanan, termasuk penataan lokasi instalasi dan pembebasan lahan pendukung.
Berbeda dari beberapa wilayah lain, desa-desa prioritas dalam berita ini sebagian belum memiliki akses penerangan alternatif, sehingga percepatan PLN menjadi sangat krusial.
Pemkab Kutim juga menyampaikan koreksi data terkait jumlah desa yang belum dialiri listrik PLN.
Setelah verifikasi ulang, jumlah final mencapai 15 desa yang tersebar di wilayah pesisir, pedalaman, dan kawasan dengan keterbatasan akses.
“Penting untuk menyampaikan angka yang benar, yaitu 15 desa. Ini dasar dalam perhitungan pembangunan,”kata Ardiansyah.
Pemkab Kutim juga memaksimalkan dukungan dari pemerintah kecamatan dan desa untuk memfasilitasi pemetaan jalur distribusi serta memastikan kelancaran mobilisasi peralatan menuju lokasi terpencil.
Dengan kerja sama yang solid antarperangkat daerah, pemerintah optimistis capaian pemerataan energi dapat terealisasi sesuai jadwal.(ADV)



