
KITAMUDAMEDIA, Kutai Timur – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat rangkaian upaya pencegahan stunting melalui kampanye masif, edukasi publik, dan sosialisasi lintas sektor.
Langkah ini menjadi bagian utama dari implementasi program Cap Jempol Stop Stunting, yang dirancang untuk memastikan informasi kesehatan keluarga tersampaikan secara tepat dan menyeluruh kepada masyarakat.
DPPKB Kutim menggencarkan kampanye intensif mengenai pentingnya pencegahan stunting dan dilakukan melalui kunjungan lapangan, pembuatan konten edukatif dalam bentuk podcast di kanal YouTube, serta kerja sama strategis dengan TVRI dalam program Publika.
“Media menjadi jembatan penting untuk memperluas pesan-pesan edukasi, semakin banyak masyarakat yang tahu, semakin besar peluang kita menekan angka stunting,” ujar Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi, Selasa (25/11/2025).
Program televisi tersebut turut menghadirkan pakar dari Kementerian Pendidikan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Dalam pendekatam personal, masyarakat menerima edukasi langsung mengenai kesehatan reproduksi, mitigasi risiko stunting, dan pola pengasuhan anak.
Tidak hanya berhenti pada kampanye awal, DPPKB Kutim melanjutkan fase kedua dengan sosialisasi masif dan edukasi publik.
Berbagai topik penting disampaikan kepada masyarakat, mulai dari pencegahan HIV/AIDS, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
DPPKB juga menggalakkan Kampanye Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur.
Sekolah dibekali materi kependudukan dan kesehatan keluarga sebagai langkah menanamkan pemahaman sejak dini mengenai peran remaja dalam mencegah stunting dan menjaga kesehatan reproduksi.
Selain itu, publikasi informasi diperluas melalui media cetak maupun elektronik serta tayangan edukasi, berita kegiatan, hingga materi kampanye digital disebarkan secara terstruktur untuk menjangkau masyarakat di wilayah perkotaan hingga pelosok desa.
“Informasi harus hadir di mana pun masyarakat berada, agar perubahan perilaku dapat terjadi secara menyeluruh,” tutupnya.
Dengan penguatan kampanye, edukasi berjenjang, dan dukungan multi-platform, DPPKB Kutim menegaskan komitmennya untuk terus memerangi stunting secara kolaboratif.(ADV)



