Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Anggaran Terpangkas, Unit Baru BPBD Bontang Terancam Tidak Beroperasi

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Di tengah meningkatnya potensi kebakaran dan kebutuhan penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang justru harus menghadapi situasi tidak ideal menjelang tahun anggaran 2026. Meski telah memperkuat armada dengan penambahan satu unit mobil tangki pemadam baru pada 2025, operasional tahun depan justru diprediksi tidak optimal karena keterbatasan anggaran.

Kepala BPBD Bontang, Usman, menyebut sarana dan peralatan sebenarnya sudah sangat memadai. Unit mobil tangki terbaru dinilai layak operasi, dengan kemampuan sembur air yang lebih jauh dan efisien dibandingkan unit sebelumnya.

“Alhamdulillah, untuk kesiapan sarana di BPBD sudah cukup. Mobil tanki yang baru kualitasnya sangat baik, mampu menjangkau jarak penyemprotan yang jauh,” ujarnya kepada redaksi, Rabu (26/11/2025).

Namun kondisi berubah ketika pagu anggaran 2026 mengalami pemangkasan. Akibatnya, hanya satu unit mobil tangki yang mendapat alokasi operasional. Satu unit lainnya berpotensi menganggur meski layak digunakan.

“Karena ada pemangkasan anggaran tahun depan, hanya satu tanki yang bisa dianggarkan operasionalnya. Satu unit lainnya kemungkinan tidak bisa dipakai karena tidak ada anggaran bahan bakarnya,” jelasnya.

Selain dua unit kendaraan pemadam, BPBD juga memanfaatkan slip-on berkapasitas 200 liter pinjaman dari KPH Pesantan. Perangkat ini menjadi solusi alternatif saat harus memasuki wilayah sulit dijangkau kendaraan besar.

“Saat ini kami juga punya slip-on dari KPH Pesantan. Meski kapasitasnya kecil, 200 liter, tetapi efektif untuk membawa peralatan ke medan yang sulit dijangkau,” tambahnya.

Usman berharap keputusan pemangkasan anggaran dapat dipertimbangkan kembali, mengingat fungsi BPBD tidak pernah bisa diprediksi waktu dan kebutuhannya.

“Kami tentu berharap pengurangan ini dapat dipertimbangkan. Namun karena anggaran yang diberikan terbatas, kami tidak bisa memaksakan diri, ya paling sarana yang lain bisa kami panas-panasi saja, itu juga membutuhkan bahan bakar,” tutupnya.

Baca Juga  THM dan Tempat Wisata Dibuka Lebih Cepat, Mulai Hari Ini

Meski begitu, BPBD memastikan tetap menjalankan tugas sesuai kapasitas, sambil mengoptimalkan peralatan yang tersedia agar pelayanan kebencanaan kepada masyarakat tetap berjalan.(Adv)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply