KITAMUDAMEDIA, Bontang — Di tengah ketatnya ruang fiskal dan penyesuaian belanja daerah, program layanan kesehatan gratis di Bontang belum goyah. Pemkot Bontang memastikan 54 ribu warga tetap menerima fasilitas BPJS Kesehatan kelas 3 yang seluruhnya dibiayai pemerintah pada 2025.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut, anggaran sekitar Rp24 miliar telah disiapkan untuk menopang pembiayaan program tersebut. Dukungan ini diklaim menjadi bagian dari upaya pemerintah menjamin akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Sudah lima tahun fasilitas BPJS kami berikan kepada warga Bontang. Tahun ini total telah mencapai 54 ribu peserta,” ujar Neni saat penandatanganan MoU bersama BPJS Kesehatan, Jumat (28/11/2025).
Program ini bukan tanpa tantangan. Isu penyesuaian anggaran di tahun mendatang berpotensi memengaruhi beberapa pos belanja. Namun, Pemkot memastikan komitmen layanan kesehatan tetap berada di jalur prioritas.
“Tahun depan program ini tetap berjalan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya,” tegasnya.
Saat ini, jumlah peserta aktif BPJS Kesehatan di Bontang mencapai 180.196 jiwa atau sekitar 93 persen dari total penduduk. Angka tersebut terus meningkat signifikan sejak awal penerapan program yang berada di kisaran 87 persen.
“Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat baik. Jadi kalau ada yang mendaftar mandiri tapi sekarang tidak sanggup bayar, bisa kami daftarkan dan langsung bisa langsung dipakai,” tutup Neni.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



