KITAMUDAMEDIA, Bontang — Upaya berhenti merokok kerap berakhir gagal bukan karena tidak ada cara, tetapi karena strategi yang tidak tepat dan lingkungan yang tidak mendukung. Hal ini kembali disorot dalam edukasi kesehatan RSUD Taman Husada Bontang, di mana dokter spesialis paru dr. Dian Ariani Tarigan memaparkan langkah praktis untuk lepas dari candu nikotin.
Salah satu metode yang cukup sederhana dan mudah dicoba adalah mengganti dorongan merokok dengan permen bebas nikotin.
“Sangat dianjurkan. Permen dapat mengalihkan keinginan merokok, dan itu jauh lebih aman dibanding menggunakan vape,” ujar dr. Dian, baru-baru ini.
Menurutnya, banyak perokok kembali merokok bukan karena kebutuhan tubuh, melainkan karena kebiasaan, waktu luang, atau lingkungan yang memicu. Karena itu, perubahan rutinitas dinilai penting sebagai pendukung proses berhenti merokok.
Ia menyarankan perokok mulai membangun aktivitas produktif seperti olahraga, berkebun, membaca, hingga hobi kreatif.
Selain itu, metode pengurangan bertahap juga bisa menjadi pilihan. “Bisa dengan menunda waktu merokok atau mengurangi jumlah batang per hari. Namun, metode ini memerlukan komitmen kuat karena godaannya cukup besar,” jelasnya.
Namun, dr. Dian menegaskan bahwa strategi apa pun tidak akan efektif apabila seseorang tetap berada di lingkungan sesama perokok.
“Hindari berkumpul dengan perokok lain. Lingkungan yang tidak mendukung akan memicu kembali ke kebiasaan lama,” katanya.
Peringatan paling keras diberikan terhadap penggunaan vape. Ia menolak anggapan bahwa vape menjadi pilihan aman atau “batu loncatan” untuk berhenti merokok.
“Mengalihkan dari rokok ke vape itu langkah yang salah. Kandungan kimia dalam vape dapat menyebabkan kerusakan paru yang lebih parah,” tegasnya.
dr. Dian berharap upaya berhenti merokok tidak hanya menjadi kesadaran pribadi, tetapi juga gerakan kolektif untuk menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
“Berhenti merokok bukan hanya melindungi diri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita,” tutupnya. (Adv)
Redaksi



