Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Kasus HIV di Bontang Bertambah, 42 Temuan Baru Didominasi Usia Produktif

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Lonjakan kasus HIV kembali menjadi alarm serius bagi Kota Bontang. Memasuki akhir 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 42 kasus baru, dengan mayoritas penderitanya berada pada kelompok usia produktif.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Bontang, Nur Ilham, menyebut pola temuan itu menunjukkan penyebaran HIV masih aktif terjadi di masyarakat.

“Untuk tahun 2025, ada 42 kasus baru HIV. Mayoritas berada pada rentang usia 25 hingga 49 tahun, sebanyak 29 orang,” jelas Ilham, Senin (1/12/2025).

Rinciannya, 29 kasus berada pada usia 25–49 tahun, empat kasus pada usia 20–24 tahun, lima kasus pada usia 15–19 tahun, serta empat kasus pada usia di atas 50 tahun.

Sejak pertama kali terdeteksi pada 2016, total kasus HIV/AIDS di Bontang telah mencapai 582 kasus. Dari jumlah tersebut, tercatat 110 orang meninggal dunia, sementara 397 lainnya masih menjalani pengobatan. Sebagian sisanya berstatus pemantauan karena putus berobat atau berpindah domisili.

“Proses sinkronisasi data, khususnya untuk tahun 2018, masih terus dilakukan. Ada kemungkinan beberapa status pasien belum diperbarui, termasuk yang kemungkinan sudah meninggal,” ungkapnya.

Ilham menyebut tren penemuan kasus HIV di Bontang bersifat fluktuatif. Pada 2023 terdapat 100 kasus baru, kemudian turun menjadi 66 kasus pada 2024. Namun, temuan 42 kasus hingga akhir 2025 kembali menjadi peringatan bagi pemerintah daerah.

“Kami terus mengintensifkan skrining dan pendampingan pasien agar penularan dapat ditekan,” tegasnya.

Dinkes Bontang mengimbau masyarakat tidak takut menjalani tes HIV. Deteksi dini disebut meningkatkan peluang pasien tetap produktif dan menjalani pengobatan secara optimal.

“Edukasi mengenai perilaku berisiko, penggunaan alat pelindung diri, serta tidak menstigma orang dengan HIV harus terus digencarkan sebagai upaya bersama menekan laju penularan,” tutup Ilham.(*)

Baca Juga  Baku Hantam di Parkiran THM, Wajah Warga Berebas Tengah Bonyok

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply