KITAMUDAMEDIA, Bontang — Rencana pemanfaatan Rusunawa Guntung sebagai lokasi sementara Sekolah Rintisan dipastikan batal. Pemerintah memilih memindahkan kegiatan belajar ke area stadion karena kebutuhan penyesuaian infrastruktur di rusunawa dinilai terlalu besar.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan pemindahan tersebut dilakukan setelah evaluasi teknis yang menunjukkan perlunya perbaikan signifikan di Rusunawa Guntung.
“Rusunawa Guntung kemungkinan besar tidak dipakai. Kita pindahkan ke stadion,” ujarnya saat dikonfirmasi redaksi, Kamis (11/12/2025).
Agus menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat sebagai program nasional yang mendapat prioritas pemerintah pusat tetap berjalan sesuai jadwal. Tahun depan, pusat dijadwalkan turun melakukan monitoring dan verifikasi lapangan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan di daerah.
Dari ratusan daerah sasaran program Sekolah Rakyat, Bontang berada di peringkat ke-47. Sekolah tersebut nantinya dibangun di kawasan Bontang Lestari, berdekatan dengan rencana pembangunan gedung Bulog.
Sebelum bangunan permanen selesai, Sekolah Rintisan akan beroperasi sementara selama satu semester hingga satu tahun. Program ini disiapkan untuk menampung sekitar 2.000 siswa dari kelompok desil 2 hingga 4 dan dilengkapi fasilitas asrama.
“Sambil nunggu selesai pembangunan, sembari kita kumpulkan siswa siswinya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian PUPR dengan total anggaran sekitar Rp200 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp10 miliar dialokasikan untuk mendukung penyediaan infrastruktur awal Sekolah Rintisan. Sementara tenaga pendidik akan disiapkan oleh pemerintah pusat.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



