Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Inflasi Akhir Tahun Bontang Diprediksi Terkendali

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Pemerintah Kota Bontang memperketat kewaspadaan jelang penutupan tahun 2025, meski tekanan inflasi diproyeksikan masih berada dalam rentang aman. Langkah antisipatif disiapkan untuk meredam potensi lonjakan harga komoditas strategis yang kerap meningkat di akhir tahun.

Kesiapsiagaan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Semester II Tahun 2025, yang digelar pada Rabu (17/12/2025). Forum itu juga memaparkan hasil pemantauan Early Warning System (EWS) inflasi Kalimantan Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, menjelaskan bahwa inflasi Kota Bontang pada Desember 2025 diperkirakan berada di kisaran 0,02 hingga 0,76 persen secara bulanan. Sejumlah komoditas menjadi perhatian utama, di antaranya beras, minyak goreng, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, tomat, serta tarif angkutan udara.

Menurutnya, meski terdapat kecenderungan kenaikan harga pada akhir tahun, inflasi Bontang relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur. Namun, dinamika harga di wilayah sekitar seperti Samarinda dan Balikpapan berpotensi memunculkan efek psikologis pasar yang berdampak ke Bontang.

“Oleh karena itu, pengendalian harga harus tetap dijaga agar tidak ikut terdorong naik mengikuti daerah lain. Intervensi diperlukan sebagai langkah pencegahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak semata berorientasi pada angka, tetapi juga menjaga kewajaran harga. Pemerintah, kata dia, tidak akan melakukan intervensi apabila harga komoditas masih berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), guna melindungi kepentingan petani dan pedagang.

Berdasarkan neraca pangan Kota Bontang per Desember 2025, sebagian besar komoditas utama berada dalam kondisi surplus dan aman, seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, dan daging sapi. Sementara itu, cabai rawit dan gula pasir masuk kategori waspada akibat keterbatasan stok dan harga yang relatif tinggi.

Baca Juga  Kebakaran di Gang Merpati Lok Tuan, 7 Rumah Dilahap Api

“Faktor kenaikan beberapa bahan pokok karena cuaca yang kurang bersahabat di akhir tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan stabilitas harga dapat terjaga berkat berbagai kebijakan intervensi yang telah dijalankan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut meliputi subsidi transportasi, operasi pasar, pembukaan Warung Tekan Inflasi (Wartekin), serta penjualan sembako murah menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Alhamdulillah inflasi masih terkendali. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti cabai rawit, namun terus kami antisipasi melalui sistem peringatan dini agar tidak terjadi lonjakan signifikan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, ke depan TPID Bontang akan memperkuat pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah, optimalisasi cadangan pangan pemerintah, pemantauan harga harian di pasar, serta penguatan komunikasi publik agar masyarakat tetap tenang dan percaya terhadap ketersediaan barang.

Selain langkah jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang, mulai dari modernisasi sektor pertanian, penguatan peran BUMD pangan, pembangunan infrastruktur logistik, hingga digitalisasi data harga dan pasokan sebagai dasar perumusan kebijakan daerah.(*)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply