*24. POST 7 APRIL 2026*
KLAUSAMEDIA, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mendorong peningkatan kualitas guru melalui program sertifikasi pendidik. Hingga saat ini, sebanyak 1.257 guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP telah berhasil mengantongi sertifikat pendidik.
Meski demikian, masih terdapat 111 guru Taman Kanak-kanak (TK) yang belum tersertifikasi.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, menyatakan pihaknya aktif memberikan dukungan kepada guru-guru yang belum tersertifikasi.
“Kami siapkan bimtek untuk membantu sekolah yang masih memiliki guru belum tersertifikasi, terutama pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Untuk SMP, jumlahnya sudah sangat sedikit,” ujar Ishak kepada awak media, Selasa (7/4/2026).
Ishak menjelaskan bahwa proses sertifikasi sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pemerintah daerah hanya berperan memfasilitasi dan mempersiapkan para guru agar siap mengikuti program tersebut.
Menurutnya, sertifikasi hanya berlaku bagi guru di lembaga pendidikan formal seperti TK, RA, dan PAUD formal. Sementara guru PAUD nonformal (KB, SPS, dan TPA) tidak dapat mengikuti sertifikasi.
“Kalau untuk guru PAUD informal seperti KB, SPS, dan TPA memang tidak diperkenankan mengikuti sertifikasi,” jelasnya.
Ishak juga mendorong para guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik untuk segera melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). Ia menyebut guru PAUD masih menjadi kelompok terbesar yang belum berijazah S1.
“Dengan sertifikasi dan peningkatan kualifikasi ini, diharapkan kualitas pendidikan di Bontang semakin baik,” tandasnya. (adv)
Editor : Redaksi



