KITAMUDAMEDIA, Bontang – Sirene dari kawasan industri rutin terdengar setiap Selasa di Kota Bontang. Namun, tidak sedikit warga yang belum memahami apa yang harus dilakukan apabila sirene tersebut berbunyi dalam kondisi darurat. Kondisi itu menjadi sorotan Anggota DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang.
Ia meminta pemerintah daerah bersama perusahaan memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan industri. Menurutnya, sosialisasi mitigasi bencana tidak boleh hanya menyasar pekerja perusahaan, tetapi juga masyarakat yang berpotensi terdampak apabila terjadi insiden.
“Keberadaan industri seperti PKT, Badak LNG, dan perusahaan lainnya sangat dekat dengan lingkungan masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kebencanaan harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat memahami potensi risiko yang ada,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Joni menilai masyarakat perlu memperoleh informasi secara berkala mengenai jalur evakuasi, sistem peringatan dini, titik kumpul, hingga mekanisme penyelamatan diri saat keadaan darurat.
Ia mengaku masih banyak warga yang belum memahami arti sirene yang rutin dibunyikan dari kawasan industri setiap hari Selasa. Bahkan, dirinya yang telah lama menetap di Bontang juga belum pernah memperoleh penjelasan mengenai prosedur yang harus dilakukan apabila sirene berbunyi bukan dalam rangka simulasi.
“Saya sudah bertahun-tahun tinggal di Bontang dan setiap hari Selasa mendengar sirene dari perusahaan. Tetapi sampai sekarang saya belum pernah mendapat penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan jika itu bukan simulasi, wilayah mana yang aman, ke mana masyarakat harus mengungsi, dan seberapa cepat potensi bahaya bisa menjangkau permukiman,” katanya.
Menurutnya, minimnya pemahaman masyarakat terhadap sistem tanggap darurat berpotensi memicu kepanikan ketika bencana benar-benar terjadi. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, BPBD, perusahaan, dan masyarakat perlu diperkuat.
Selain sosialisasi, Joni juga mendorong pemerintah daerah bersama perusahaan memasang peta jalur evakuasi di titik-titik strategis di Kota Bontang agar masyarakat memiliki panduan yang jelas saat kondisi darurat.
“Jalur evakuasi harus dipasang di lokasi-lokasi yang mudah dilihat masyarakat agar mereka memiliki petunjuk yang jelas ketika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tanggung jawab perusahaan tidak hanya sebatas berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memastikan masyarakat di sekitar kawasan operasional memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
“Industri juga memiliki tanggung jawab membangun rasa aman bagi masyarakat melalui edukasi dan peningkatan kapasitas menghadapi bencana. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus terus diperkuat demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



