Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Disdikbud Petakan Penyebab Anak Belum Masuk PAUD, Siapkan Solusi Lewat Si Mendut

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Biaya pendidikan masih menjadi alasan sebagian orang tua di Kota Bontang belum menyekolahkan anak ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Padahal, pemerintah mengklaim telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk menekan biaya pendidikan di jenjang tersebut.

Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Bontang, Miftahul, mengatakan hasil pendataan menunjukkan masih ada orang tua yang menganggap biaya PAUD cukup mahal sehingga memilih langsung memasukkan anak ke Sekolah Dasar (SD).

Menurutnya, saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan operasional bagi peserta didik PAUD melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sekarang sebenarnya sudah ada bantuan dari pemerintah. Untuk peserta didik PAUD tersedia dana BOS dari pusat sebesar Rp630 ribu per anak per tahun. Kemudian untuk jenjang TK juga ada BOS daerah sekitar Rp500 ribu per anak per tahun,” ujarnya kepada media, Kamis (16/7/2026).

Selain dana operasional, Pemerintah Kota Bontang bersama Bunda PAUD juga menyalurkan bantuan berupa seragam, sepatu, dan tas sekolah.

Miftahul menjelaskan, persoalan tidak selalu berkaitan dengan biaya. Sebagian anak belum mengakses PAUD karena lokasi tempat tinggal yang jauh dari satuan pendidikan.

Untuk menjangkau wilayah tersebut, Disdikbud menyiapkan program PAUD Kunjung. Melalui program ini, tenaga pendidik dari PAUD terdekat mendatangi lokasi yang menjadi tempat berkumpul anak-anak.

“Kalau kendalanya lokasi, anak-anak bisa dikumpulkan di satu titik, kemudian guru dari PAUD terdekat yang datang memberikan layanan. Jadi mereka tetap mendapatkan akses pendidikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh intervensi akan mengacu pada data yang dihimpun melalui aplikasi Si Mendut. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi penyebab anak belum mengikuti PAUD sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. (adv)

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Bus Pariwisata Angkut 63 Orang ke Jogja, 5 Orang Tewas

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply