Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Sekolah Buka Suara soal Dugaan Pungutan di SDN 008 Bontang Utara

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Menyusul polemik dugaan pungutan di SDN 008 Bontang Utara, pihak sekolah bersama perwakilan paguyuban orang tua murid menegaskan dana kas yang selama ini dihimpun bukan merupakan pungutan sekolah maupun iuran wajib. Dana tersebut, menurut mereka, merupakan hasil kesepakatan wali murid untuk mendukung berbagai kegiatan siswa.

Salah seorang anggota paguyuban kelas 3 yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, sejak awal tahun ajaran sekolah telah menyosialisasikan program kepada orang tua. Setelah itu dibentuk kepengurusan paguyuban sebagai wadah koordinasi antarwali murid.

“Yang perlu diluruskan, ini bukan program sekolah. Kas itu muncul karena kebutuhan kegiatan anak-anak yang tidak seluruhnya bisa dibiayai melalui dana BOS. Pengurus hanya mengoordinasikan hasil kesepakatan orang tua,” ujarnya, Rabu (30/7/2026).

Menurutnya, perubahan kurikulum membuat kegiatan praktik, proyek, dan pembelajaran berbasis pengalaman semakin banyak. Kondisi itu mendorong orang tua menyepakati pembentukan kas agar pelaksanaan kegiatan tidak terkendala pengumpulan dana setiap kali ada agenda.

Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk mendukung kegiatan seperti prakarya, membatik, kunjungan edukasi, hingga praktik renang yang memerlukan biaya konsumsi, transportasi, maupun administrasi kepada pihak ketiga.

“Kalau setiap ada kegiatan baru kami harus mengumpulkan uang lagi, prosesnya sangat lama. Ada yang belum membaca pesan, ada yang belum bisa transfer. Akhirnya kegiatan anak bisa tertunda. Karena itu disepakati ada kas yang dipakai selama setahun, dan kalau masih ada sisa akan dikembalikan kepada orang tua,” katanya.

Ia juga membantah adanya unsur pemaksaan dalam pengumpulan kas tersebut. Menurutnya, jika ada wali murid yang mengalami kesulitan ekonomi, paguyuban akan mencari solusi agar anak tetap dapat mengikuti kegiatan.

“Kalau ada yang belum mampu, kami carikan jalan keluar. Bahkan ada yang dibantu orang tua lain supaya anaknya tetap bisa ikut kegiatan. Prinsipnya jangan sampai satu anak tertinggal hanya karena kendala biaya,” tuturnya.

Baca Juga  Raih Predikat National Lighthouse Industry 4.0, PKT Siap Jadi Role Model Industri Tanah Air

Ia menilai polemik yang muncul dipengaruhi minimnya komunikasi karena sebagian orang tua tidak menghadiri rapat paguyuban sehingga tidak memperoleh penjelasan secara menyeluruh mengenai penggunaan dana.

“Dari tahun ke tahun sebenarnya ini terus masalahnya, tapi yang mempermasalahkan ini gak pernah hadir, coba itu yang protes hadir di sini, biar kita tau apa masalahnya dia biar di carikan solusi bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menegaskan sekolah tidak pernah menetapkan pungutan kepada orang tua. Seluruh program sekolah, kata dia, telah disampaikan pada awal tahun ajaran dengan melibatkan pengawas sekolah dan komite.

“Program sekolah kami disampaikan secara terbuka kepada orang tua. Setelah itu baru dibentuk kepengurusan paguyuban. Sekolah tidak ikut menentukan besaran maupun mengelola kas yang disepakati orang tua,” tegasnya.

Masitah menjelaskan, kegiatan di luar kelas seperti kunjungan belajar, praktik renang, dan proyek pembelajaran merupakan bagian dari program pendidikan yang telah disosialisasikan sejak awal. Pelaksanaannya, lanjut dia, bergantung pada kesepakatan wali murid.

“Kami hanya ingin program pendidikan tetap berjalan. Yang terpenting adalah anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang baik dan prestasi sekolah tetap terjaga,” pungkasnya.(*)

Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply