KITAMUDAMEDIA, Bontang – Perbedaan jumlah pasokan Pertalite yang diterima sejumlah SPBU di Bontang sempat menjadi sorotan di tengah meningkatnya antrean kendaraan. Pertamina memastikan kondisi tersebut bukan berarti kuota Pertalite Bontang berkurang.
Pertamina justru menyebut penyaluran dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat penyerapan di masing-masing SPBU. Kuota Pertalite untuk Kota Bontang pada 2026 dipastikan akan diupayakan tersalurkan maksimal hingga akhir tahun.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Kaltim, Hermawan Bagus, menyampaikan hal tersebut dalam rapat pembahasan distribusi BBM bersama DPRD Bontang, Selasa (1/9/2026).
Hermawan menjelaskan, volume pengiriman Pertalite ke SPBU yang selama ini berkisar antara 8 hingga 16 kiloliter (KL) tidak serta-merta menunjukkan adanya kekurangan kuota. Pembagian pasokan mengacu pada alokasi tahunan yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan setiap SPBU.
Jika kuota dibagi secara merata kepada enam SPBU berdasarkan hari operasional, rata-rata alokasi harian berada di kisaran 11 KL per SPBU. Karena itu, volume pengiriman dapat berbeda antara satu SPBU dan SPBU lainnya.
“Kalau kita hitung secara rata-rata, dari kuota yang ada kemudian dibagi ke enam SPBU dan 30 hari, kebutuhan per SPBU sekitar 11 KL per hari. Jadi wajar kalau ada yang menerima 8 KL dan ada yang 16 KL, karena penyalurannya menyesuaikan kondisi masing-masing SPBU,” jelas Hermawan.
Menurutnya, pola distribusi tersebut akan terus dievaluasi, terutama ketika terjadi peningkatan antrean seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pertamina dapat meningkatkan pasokan ke SPBU yang membutuhkan tambahan distribusi untuk membantu mengurai antrean.
Sebaliknya, ketika permintaan kembali normal, volume pengiriman akan disesuaikan dengan tingkat konsumsi dan kapasitas penyaluran masing-masing SPBU.
“Ketika kondisinya ramai, pasokannya akan kami tingkatkan. Kalau sudah mulai normal atau permintaannya turun, nanti kami sesuaikan lagi. Jadi distribusinya tidak bisa disamaratakan setiap hari,” katanya.
Hermawan juga memastikan kuota Pertalite yang telah dialokasikan untuk Bontang pada tahun ini akan diupayakan tersalurkan seluruhnya. Kondisi SPBU yang sementara waktu tidak beroperasi karena dikenai sanksi juga akan diperhitungkan dalam skema distribusi.
Langkah tersebut dilakukan agar alokasi yang tersedia tetap dapat terserap dan tidak menyisakan kuota hingga akhir tahun akibat adanya perubahan kondisi di lapangan.
“Untuk tahun ini kami pastikan kuotanya akan disalurkan 100 persen. Kalau ada pengurangan karena kondisi tertentu, termasuk SPBU yang disuspensi, itu akan kami masukkan dalam perhitungan distribusi,” ujarnya. (*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



