KITAMUDAMEDIA, Bontang – Kota Bontang kini resmi memiliki rumah ibadah Buddha pertama yang diberi nama Vihara Nanamsavara. Kehadiran vihara ini menjadi tonggak penting dalam sejarah toleransi dan keragaman umat beragama di kota industri tersebut.
Yang menarik, salah satu elemen utama bangunan vihara yakni pilar utamanya dirancang langsung oleh seniman asal Bali, I Nyoman Alim Mustafa.
Ketua Yayasan Nanamsavara, Sonny Lesmana, mengungkapkan bahwa penantian panjang umat Buddha di Bontang untuk memiliki rumah ibadah sendiri akhirnya terwujud. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Sonny menggandeng Nyoman, seorang seniman yang karyanya telah dikenal hingga mancanegara, termasuk Vietnam.
“Desain vihara ini sangat khas. Mulai dari pagoda delapan lantai setinggi 47 meter hingga patung Buddha tidur, semuanya akan mencerminkan perpaduan antara ciri khas lokal dan sentuhan seni kelas dunia,” jelas Sonny, Rabu (4/6/2025).
Pilar Asoka, Salah Satu Tertinggi di Dunia
Menurut I Nyoman Alim Mustafa, Pilar Asoka yang akan dibangun di kawasan ini berpotensi menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Pilar ini memiliki struktur setinggi total 25 meter, terdiri dari pondasi 3 meter, pilar utama 17 meter, patung singa (Asoka) 2,5 meter, dan roda dharma setinggi 3 meter di puncaknya.
Di bagian kaki pilar, akan dihiasi ukiran batu atau relief yang menggambarkan perjalanan hidup Siddharta Gautama, dari masa kecil hingga mencapai pencerahan. Semua elemen ini dipahat secara detail menggunakan batu lava (lava stone), material yang dikenal kuat dan tahan lama.
Buddha Tidur ala Thailand
Tak jauh dari Pilar Asoka, akan dibangun juga patung Buddha tidur sepanjang 8 meter, terinspirasi dari patung serupa di Thailand, namun dengan dimensi yang lebih kecil. Dinding sekeliling patung akan dihiasi relief cerita khas dalam ajaran Buddhisme, juga menggunakan lava stone yang dipahat secara artistik agar terlihat hidup dan estetis.
Berbeda dari relief, patung Buddha tidur akan dibuat dari material cor aluminium, begitu pula bangunan penutupnya. Bahan ini dipilih karena kekuatannya serta nilai estetikanya yang tinggi.
Karya Abadi dari Bali untuk Bontang
Nyoman menyebut keterlibatannya dalam proyek ini didasari oleh kesamaan visi dengan Sonny Lesmana: menghadirkan karya monumental yang tak hanya ikonik, tetapi juga abadi.
“Kami ingin membuat sesuatu yang akan dikenang dunia. Harus menggunakan material berkualitas dan memiliki nilai seni tinggi,” ujar Nyoman, yang juga mengaku proyek ini sejalan dengan misinya sejak kecil menyebarkan ilmu pahat ke seluruh dunia.
Nyoman berharap proyek ini bisa menjadi destinasi wisata religi yang unik dan membanggakan Bontang. Ia yakin karya seni yang dibuat dengan sepenuh hati akan memberi dampak positif, baik dari sisi budaya, ekonomi, hingga pariwisata.
“Bontang memang kota kecil, tapi kami tak mau setengah-setengah dalam berkarya. Harus luar biasa, terbaik di dunia. Ini akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus mendukung program pemerintah daerah,” pungkasnya.
Reporter: Yulia C.
Editor : Redaksi



