Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Pemkab Kukar Gulirkan Jadwal Belanja Bergilir untuk ASN di Pasar Tradisional

KITAMUDAMEDIA Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMN/BUMD, serta perbankan untuk membelanjakan minimal Rp200 ribu per hari di Pasar Gerbang Raja atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Mangkurawang.

Langkah ini merupakan bagian dari Gerakan Meramaikan dan Berbelanja di Pasar Mangkurawang, yang diluncurkan untuk meningkatkan perputaran ekonomi di pasar tradisional dan memberi nafas baru bagi pedagang kecil di tengah tekanan pasar modern dan platform belanja daring.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar seruan moral, melainkan tanggung jawab kolektif ASN dan karyawan lainnya dalam menjaga denyut nadi ekonomi lokal.

“Caranya sederhana, cukup dengan berbelanja minimal Rp200 ribu setiap harinya di Pasar Mangkurawang. Dengan langkah kecil ini, kita bisa berkontribusi besar dalam mempertahankan ekonomi rakyat,” kata Sunggono, Rabu (19/3/2025).

Agar pelaksanaan program lebih tertib, Pemkab akan menyusun jadwal belanja bergiliran bagi ASN, pegawai BUMN/BUMD, dan karyawan perbankan. Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga terkait akan mendapat giliran berbelanja, sehingga transaksi tersebar merata sepanjang minggu.

“Kami akan menyusun jadwal agar setiap OPD, perusahaan, dan perbankan mendapat kesempatan yang sama dalam berkontribusi. Dengan demikian, pedagang di pasar juga bisa merasakan dampak positifnya secara lebih luas,” ujar Sunggono.

Langkah ini dilatarbelakangi oleh kian lesunya aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Pasar Mangkurawang, salah satu pasar utama di Tenggarong, ikut terdampak perubahan gaya belanja masyarakat yang kini lebih memilih minimarket dan belanja online.

Banyak pedagang mengeluhkan turunnya jumlah pembeli sejak pandemi. Mereka harus bersaing dengan ritel modern dan e-commerce yang menawarkan kenyamanan transaksi digital.

Baca Juga  Dispora Kaltim Dorong SOP Pengggunaan Gedung Serbaguna

“Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Kita ingin memastikan mereka tetap bisa bertahan dan berkembang di era yang semakin digital ini,” tegas Sunggono.

Kebijakan ini mendapat tanggapan positif dari pedagang pasar. Salimah, penjual sayur di Pasar Mangkurawang, mengaku harapannya kembali tumbuh.

“Kalau memang benar ASN dan karyawan bank serta BUMN/BUMD belanja di sini setiap hari, tentu akan sangat membantu kami. Selama ini pasar semakin sepi, dan kami harus bersaing dengan minimarket dan belanja online. Semoga ini bukan hanya sekadar wacana,” ujarnya.

Sementara itu, tanggapan dari ASN dan pegawai bank beragam. Sebagian mendukung gerakan ini sebagai bentuk dukungan bagi pedagang kecil. Namun ada pula yang mengusulkan kemudahan transaksi sebagai penyesuaian terhadap kebiasaan masyarakat saat ini.

“Saya mendukung program ini karena memang kita harus bantu pedagang lokal. Tapi mungkin perlu ada solusi agar transaksi lebih praktis, misalnya dengan menyediakan pembayaran digital di pasar,” ujar Indra, seorang ASN di Kukar.

Beberapa pegawai juga mengusulkan agar Pemkab memberikan insentif atau penghargaan kepada ASN yang aktif berbelanja di pasar sebagai bentuk apresiasi.

Pemkab Kukar berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya baru di kalangan ASN dan pegawai lainnya. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat. Ketika daya beli masyarakat kuat, maka pasar tradisional juga akan semakin berkembang, dan akhirnya kesejahteraan pedagang meningkat,” tutur Sunggono.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, perbankan, dan masyarakat, Pasar Mangkurawang diharapkan kembali hidup sebagai pusat perdagangan rakyat yang berdaya saing di era modern. (adv)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply