KITAMUDAMEDIA, Bontang – Proses penerimaan tenaga kerja di perusahaan besar Bontang kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menilai mekanisme rekrutmen tenaga kerja di PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) perlu dievaluasi agar lebih transparan dan berpihak kepada warga lokal.
Sorotan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Andi Faizal, banyak masyarakat Bontang yang datang menyampaikan keluhan karena sulit menembus peluang kerja di PKT, meskipun telah memenuhi syarat pendaftaran melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
“Banyak yang sudah ikut mendaftar sesuai prosedur, tapi hasilnya tetap nihil. Ini perlu dikaji ulang agar masyarakat tidak merasa hanya dijadikan formalitas,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Politisi Golkar itu menilai, selama ini Disnaker terkesan hanya menjadi perantara administratif tanpa memiliki kendali penuh atas seleksi yang dilakukan perusahaan. Padahal, kata dia, Disnaker seharusnya memiliki peran lebih aktif dalam mengawal proses rekrutmen agar pelaksanaannya benar-benar berkeadilan.
“Disnaker jangan hanya membuka pendaftaran. Ambil alih sebagian proses seleksi agar tenaga kerja lokal punya peluang yang sama,” tegasnya.
Andi Faizal berharap sistem penerimaan tenaga kerja di Bontang dapat dibenahi. Ia menekankan bahwa keberadaan industri besar seperti PKT semestinya membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, bukan sebaliknya.
“Kalau pekerjanya sudah ditentukan dari awal, untuk apa masyarakat repot melengkapi berkas. Ini penting jadi bahan evaluasi agar ke depan lebih baik dan berpihak kepada warga Bontang,” pungkasnya.(*)
Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir



