Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Rob hingga 3 Meter Mengancam Bontang, BPBD Imbau Warga Pesisir Waspada

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mengimbau warga pesisir meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir rob dengan ketinggian hingga 3 meter yang diperkirakan terjadi pada awal Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Eko Mashudi, mengatakan potensi rob tersebut dipicu fase bulan purnama yang berlangsung pada 3–7 Januari 2026. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak pasang air laut diperkirakan terjadi pada 4 dan 5 Januari 2026, dengan ketinggian mencapai 2,9 hingga 3 meter di atas permukaan laut.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi rob cukup tinggi dan dapat berdampak pada aktivitas warga serta keselamatan lingkungan sekitar,” ujar Eko Mashudi, Jumat (2/1/2026).

BPBD meminta warga pesisir mengamankan barang-barang berharga, dokumen penting, serta peralatan elektronik ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kerusakan akibat genangan air laut. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah saat rob terjadi.

“Genangan rob juga berpotensi memicu kemunculan satwa liar seperti buaya. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas di area rawan,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Bontang menggerakkan relawan Kelurahan Tangguh Bencana untuk menyampaikan informasi kepada warga sekaligus memantau kondisi lapangan. Relawan diminta melaporkan perkembangan situasi rob melalui radio komunikasi kepada operator BPBD.

Eko Mashudi menambahkan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan penanganan segera.

“Kami berharap kerja sama semua pihak agar potensi dampak banjir rob dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan korban,” pungkasnya.(*)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Baca Juga  Dispora Kaltim Dukung Penuh Atlet Pelajar Menuju Pra Popnas Kendari

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply