KITAMUDAMEDIA, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang tengah menyempurnakan aplikasi SIPOPI CANTIK (Sistem Informasi Pemetaan Penataan Pendidik dan Kependidikan). Aplikasi ini disiapkan untuk memetakan kebutuhan guru di setiap sekolah berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK), sekaligus mendukung penyaluran insentif guru swasta secara digital.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Bontang, Kisto, mengatakan aplikasi tersebut akan menjadi acuan dalam menghitung kebutuhan guru sesuai kondisi riil di masing-masing sekolah.
“Tujuan utamanya memang untuk melakukan pemetaan. Dari aplikasi ini kami bisa menghitung kebutuhan guru di setiap sekolah berdasarkan Analisis Beban Kerja, sehingga diketahui jumlah guru yang seharusnya ada,” ujar Kisto kepada redaksi, Selasa (28/7/2026).
Selain memetakan kebutuhan guru, SIPOPI CANTIK juga dikembangkan untuk mendukung penyaluran insentif guru swasta. Melalui sistem ini, proses verifikasi tidak lagi dilakukan secara manual karena data kehadiran dan kebutuhan guru terintegrasi dalam satu aplikasi.
Kisto menjelaskan, sistem akan memfilter data secara otomatis berdasarkan kebutuhan di setiap sekolah. Misalnya, jika sebuah sekolah hanya membutuhkan tiga guru mata pelajaran IPA, sementara jumlah pengajuan melebihi kebutuhan tersebut, sistem akan menyesuaikannya berdasarkan hasil pemetaan.
“Jadi prosesnya lebih objektif karena sistem akan memfilter sesuai kebutuhan yang sebenarnya,” jelasnya.
Saat ini, pengembangan SIPOPI CANTIK masih dalam tahap penyempurnaan sambil menyesuaikan regulasi terbaru yang akan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan pendidikan.
Disdikbud menargetkan aplikasi tersebut siap digunakan setelah perda baru disahkan sehingga dapat langsung dimanfaatkan untuk mendukung penataan guru dan penyaluran insentif guru swasta di Kota Bontang.
“Nanti kalau sudah sempurna aplikasinya, harapan kami bisa diluncurkan saat perda baru ditetapkan,” tandasnya.
Selain pengembangan aplikasi, Disdikbud juga terus memetakan kompetensi guru melalui uji kompetensi yang diikuti tenaga pendidik jenjang TK, SD, dan SMP. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan program peningkatan kompetensi guru di Kota Bontang. (Adv)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



