Kritik Porsi Keterwakilan Perempuan di KPU-Bawaslu, Perludem : Indikasi Buruk

KITAMUDAMEDIA – Komisi II DPR RI telah menetapkan tujuh anggota KPU RI dan lima anggota Bawaslu RI periode 2022-2027. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyesalkan DPR yang tidak memperhatikan keterwakilan perempuan.

“Saya sangat menyesalkan DPR, khususnya Komisi II DPR yang tidak mengindahkan ketentuan Konstitusi maupun UU Pemilu yang meminta pengisian keangggotaan KPU dan Bawaslu memperhatikan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen. Memperhatikan keterwakilan perempuan tidak bisa dianggap sekadar menempatkan perempuan secara ala kadarnya. Sebab mereka diberi otoritas penuh untuk memutuskan,” ujar anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini, kepada wartawan Kamis (17/2/2022).

Titi menilai DPR mengulang tradisi 2012 dengan hanya menempatkan satu orang perempuan dalam jajaran KPU dan Bawaslu. Padahal menurut Titi banyak dorongan publik yang menginginkan penguatan keterwakilan perempuan di KPU dan Bawaslu.

“Sayangnya mereka mengulangi kembali tradisi sejak 2012, hanya menempatkan satu orang perempuan di keanggotaan KPU dan Bawaslu. Padahal ada desakan dan dorongan publik yang amat kuat untuk itu. Saya merasa keberanian DPR untuk mengabaikan aspirasi banyak komponen masyarakat soal penguatan keterwakilan perempuan di KPU dan Bawaslu merupakan indikasi buruk terhadap masa depan pemilu yang lebih inklusif dan ramah perempuan pada 2024 mendatang. Saya pesimis akan ada kondisi yang menjanjikan kemajuan soal keterwakilan perempuan di bidang politik kita ke depannya,” tuturnya.

Titi menilai Pemilu 2024 akan menjadi pemilu yang tidak biasa bagi Indonesia. Pasalnya pemungutan suara pemilu akan dilakukan di hari yang sama dengan pilkada.

Tidak hanya itu, pemilu akan dilakukan di tengah masa pandemi Covid-19. Serta di tengah proses pemindahan ibu kota negara yang mempengaruhi fokus para pejabat.

Baca Juga  Paket Seragam Sekolah Gratis Dikucurkan Rp 2,3 M, Pengukuran Saat PPDB

“Pemilu 2024 juga di tengah proses pemindahan ibukota negara yang bisa mempengaruhi fokus dan konsentrasi para pejabat dan aparatur negara dalam mempersiapkan pemilu,” tututnya

Dia menuturkan, calon KPU dan Bawaslu terpilih banyak menawarkan inovasi dan terobosan dalam pelaksanaan dan pengawasan Pemilu 2024. Hal ini baik penggunaan teknologi maupun sinergi.

“Untuk itu mereka harus segera mengkonsolidasikan berbagai hal yang ditawarkan itu dengan internal kelembagaan KPU dan Bawaslu serta berbagai pihak eksternal lain yang berkaitan dengan rencana kerja dan ketersediaan anggaran dalam menopang seluruh gagasan yang akan mereka lakukan itu. Kalau terlalu terlambat, jangan-jangan apa yang mereka paparkan saat uji kelayakan dan kepatutan akan jadi sesuatu yang mengawang-awang dan tidak mampu direalisasikan,” imbuhnya. (Detik)

Daftar Komisioner KPU 2022-2027 Terpilih di DPR:

  1. Betty Epsilon Idroos
  2. Hasyim Asy’ari
  3. Mochammad Afifudin
  4. Parsadaan Harahap
  5. Yulianto Sudrajat
  6. Idham Holik
  7. August Mellaz

Daftar Anggota Bawaslu 2022-2027 Terpilih di DPR:

  1. Lolly Suhenty
  2. Puadi
  3. Rahmat Bagja
  4. Totok Hariyono
  5. Herwyn Jefler Hielsa Malonda

Editor : Redaksi KMM

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply