KITAMUDAMEDIA, Tenggarong – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmennya dalam mendukung mahasiswa asal Kukar yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Tak hanya dari sisi pendidikan, dukungan juga diberikan dalam bentuk sarana olahraga dan pelestarian budaya.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang menetap di asrama Kukar di dua kota besar, yakni Makassar dan Yogyakarta. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan kebutuhan jasmani serta emosional mahasiswa.
“Dispora tidak hanya fokus pada kegiatan olahraga di Kukar, tetapi juga mendukung mahasiswa kita yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Mereka butuh ruang untuk tetap aktif dan terhubung secara sosial,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).
Bantuan yang disalurkan berupa empat raket bulu tangkis, empat slop kok, empat bola voli, dan dua bola sepak. Pemilihan alat olahraga ini didasarkan pada ketersediaan area bermain yang ada di lingkungan asrama.
“Jenis olahraga seperti bulu tangkis dan voli bisa dimainkan di halaman asrama. Jadi kami pastikan alat yang diberikan benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para mahasiswa,” kata Aji Ali, Rabu (14/5/2025).
Tak hanya soal olahraga, pihaknya juga merespons permintaan mahasiswa terkait pengadaan alat seni tradisional. Alat-alat seperti sampe dan gambus disalurkan sebagai bentuk dukungan terhadap semangat mahasiswa yang ingin memperkenalkan budaya Kukar di perantauan.
“Mahasiswa kita di sana tidak hanya ingin sukses secara akademik, tapi juga ingin membawa dan menunjukkan budaya asalnya. Ini adalah hal yang patut kita apresiasi dan dukung,” ucap Aji Ali.
Menurutnya, mahasiswa Kukar yang berada di luar daerah memiliki peran strategis sebagai perwakilan identitas daerah. Melalui kegiatan budaya dan olahraga, mereka tidak hanya membentuk jati diri, tetapi juga mempererat solidaritas antarmahasiswa dari berbagai latar belakang.
“Asrama mahasiswa bukan sekadar tempat tinggal. Ia bisa menjadi pusat aktivitas yang memacu kreativitas, membentuk karakter, dan mempererat tali persaudaraan,” tegasnya.
Aji Ali berharap langkah ini bisa menjadi pemicu munculnya komunitas mahasiswa Kukar yang lebih aktif, kreatif, dan tetap terikat kuat dengan daerah asal mereka.
“Kami ingin mereka merasa bangga dan tetap terhubung dengan Kukar, meski sedang berada jauh dari kampung halaman,” tutupnya.(adv/dr)



