KITAMUDAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang menargetkan pembentukan 15 Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Program ini ditujukan untuk mempercepat pembentukan koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan program daerah yang telah ia susun bersama Wakil Wali Kota Agus Haris, yakni Badan Usaha Milik RT (BUMRT).
“Jadi di program Bunda (sapaan akrab Neni) juga ada program BUMRT. Kita menargetkan 15 kelurahan punya usaha. Terus muncullah Inpres Nomor 9 Tahun 2025, serasi saja. Selaras dengan program nasional kan. Jadi program nasional jalan, program RPJMD juga jalan,” terang Neni saat dihubungi redaksi, Jumat (16/5/2025).
Neni menargetkan setidaknya lima koperasi terbentuk lebih dulu sebagai proyek percontohan sebelum akhir Juni 2025. Salah satu wilayah yang dinilai potensial adalah Kelurahan Bontang Lestari.
Untuk memulai, masing-masing koperasi membutuhkan dana awal sebesar Rp2,5 juta untuk keperluan administrasi notaris. Neni berharap dana tersebut bisa berasal dari swadaya anggota.
“Kalau bisa ya iuran anggota. Koperasi ini kan semangatnya semangat membangun ekonomi kerakyatan. Bisa juga ketua koperasinya mungkin dipinjamkan dulu Rp2,5 juta, nanti kalau sudah ada hasilnya baru dikembalikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, pelaksana koperasi bukan berasal dari perangkat kelurahan maupun dinas, tetapi langsung dari masyarakat. Nantinya, anggota koperasi akan mendapatkan pelatihan sebagai bentuk penguatan kapasitas.
“SDM yang terlibat nantinya masyarakat. Jadi bukan lurah atau camat, ataupun dari dinas. Langsung masyarakat. Nanti diberi pelatihan,” tambah Neni.
Koperasi Merah Putih di Bontang akan difokuskan pada sektor simpan pinjam dan perdagangan. Diharapkan koperasi ini dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp3 miliar per koperasi serta mampu berperan dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok.
“Harapannya, mudah-mudahan dengan adanya Koperasi Merah Putih ini bisa mengentas kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan swasembada pangan,” tutup Neni.(*)
Redaksi



