Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Pemkot Bontang dan Unhas Kolaborasi Tekan Angka Stunting Lewat Edukasi Kesehatan

KITAMUDAMEDIA, Bontang — Pemerintah Kota Bontang memperkuat komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting dengan menggandeng Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui gelaran Seminar Stunting, yang menjadi bagian dari kegiatan ceramah ilmiah dan edukasi kesehatan di Kota Bontang, yang digelar pada Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini dinilai strategis sebagai bagian dari upaya nasional menekan prevalensi stunting, yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan target global Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Bakhtiar Mabe, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi menyangkut masa depan bangsa.

“Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, rentan terhadap penyakit, dan memiliki produktivitas yang rendah di masa depan. Maka, pencegahan stunting harus dilakukan secara holistik, terintegrasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Bontang telah menjalankan berbagai intervensi spesifik dan sensitif untuk menekan angka stunting, di antaranya perbaikan gizi ibu hamil dan balita, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, edukasi pola asuh, serta penguatan posyandu dan kapasitas kader kesehatan di lapangan.

Meski begitu, Bakhtiar menekankan pentingnya peran serta semua pihak. Mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga keluarga, harus bahu-membahu menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama.

Data terbaru menunjukkan progres signifikan.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Kota Bontang pada 2024 turun sebesar 6,7 persen, dari 27,4 persen menjadi 20,7 persen. Sementara data dari aplikasi e-PPGBM menunjukkan angka 21,7 persen.

Fluktuasi data ini disebabkan oleh jumlah balita yang dipantau melalui posyandu. Pada 2024, hanya 6.018 dari total 16.226 balita (37,09 persen) yang pemantauan tumbuh kembangnya tercatat. Namun, pada Mei 2025, pemantauan melonjak hingga 99,99 persen, yakni 10.055 dari 10.056 balita. Dari jumlah tersebut, ditemukan 1.754 balita mengalami stunting atau setara 17,44 persen.

Baca Juga  Diantar Ribuan Pendukungnya, Joni Muslim : Dulu Saya Dilamar, Sekarang Saya Melamar

“Ke depan, Pemkot Bontang perlu terus meningkatkan koordinasi, evaluasi, dan perbaikan manajemen data stunting untuk mendukung program pencegahan dan penurunan stunting secara tepat sasaran,” ujarnya.

Seminar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan profesi. Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu dari para pakar dan menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

“Mari kita jadikan penanganan stunting sebagai warisan terbaik bagi anak-anak Bontang dan generasi masa depan bangsa,” tutupnya.(Adv)

Reporter: Yulia.C

Editor: Icha Nawir

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply