KITAMUDAMEDIA, Bontang – Mengenakan kemeja biru muda senada dengan celana jeansnya, seorang bocah laki-laki tampak menenteng keranjang berisi camilan. Ia menyambangi salah satu rumah makan di Kota Bontang, melayangkan senyum polos sembari menawarkan dagangan kepada pengunjung yang tengah menikmati hidangan. Dengan logat Bugis yang kental, tawarannya terdengar lugu namun percaya diri.
Berbeda dengan anak – anak seusianya yang tengah sibuk belajar di sekolah, bocah berusia 10 tahun ini harus berkeliling menjajakan dagangannya di Kota yang baru saja menjadi tempat tinggalnya. Sepuluh hari lalu, ia bersama ayah dan ibunya menginjakkan kaki di Kalimantan Timur (Kaltim). Mereka berangkat dari Makassar menuju Balikpapan dengan menggunakan kapal laut. Di kota itu, ia sempat berjualan kerupuk bersama ibunya, namun kerap kali harus berlari menghindari razia Satpol PP.
Tawaran untuk berjualan camilan pun datang dari tantenya yang tinggal di Bontang. Tak pikir panjang, ia menerima ajakan itu dan menempuh perjalanan ke Bontang dengan bus bersama saudaranya yang berusia 15 tahun,sementara kedua orang tuanya bertahan di Balikpapan. Harapannya sederhana, menabung dari hasil upah berjualan keliling.
Setiap hari, bocah ini keliling membawa 20 bungkus kerupuk, harganya dibandrol Rp 12 ribu per bungkus. Hasil penjualan disetorkan ke tantenya, sementara ia menerima Rp 50 ribu sebagai upah untuk ditabung.
“Aku memang mau jualan, mau nabung, nanti dikasi Rp 50 ribu baru ku tabung,” ujarnya polos, saat bertemu redaksi Kita Muda Media, Rabu (1/10/2025).
Ia mengaku lebih nyaman berjualan di Bontang dibandingkan Balikpapan. Menurutnya, warga di Bontang ini lebih ramah, termasuk petugas Satpol PP yang ia jumpai yang bahkan membeli dagangannya tanpa marah atau menegur.
“Di sini (Bontang) enak, nggak ada yang marahi, kalau ketemu di jalan (Satpol PP) malah dibeli,” tandasnya.
Baca Juga : Marak Anak Sekolah Berjualan Malam di Bontang pada Jam Wajib Belajar
Bocah kecil itu mengungkapkan bukan hanya dirinya yang merantau untuk berjualan di Bontang. Ia menyebut, sekitar 10 anak lain dari Makassar dijadwalkan tiba di Bontang dalam waktu dekat dengan tujuan yang sama.
“Malam ini kali sampai teman-temanku dari Makassar 10 orang. Mau jualan juga,” pungkasnya.(*)
Reporter : Yulia.C | Editor : Icha Nawir



