
KITAMUDAMEDIA, Kutim – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan, Puskesmas Teluk Lingga terus memperkuat pendekatan pelayanan berbasis masyarakat, melalui sinergi antara tenaga medis, kader kesehatan, dan pemerintah daerah, puskesmas ini bertekad menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati, menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi tahun penting bagi pihaknya untuk melakukan transformasi layanan. Meskipun masih menghadapi keterbatasan ruang dan fasilitas karena beroperasi di bangunan sewa, semangat untuk meningkatkan mutu pelayanan tidak pernah berkurang.
“Kami berusaha menghadirkan pelayanan yang benar-benar menyentuh masyarakat. Walaupun ruang pelayanan masih terbatas, petugas kami aktif turun ke lapangan, baik untuk posyandu, kunjungan rumah, maupun kegiatan edukasi kesehatan,” ujar Sri Endrayati, Rabu (12/11/2025).
Ia mengatakan, strategi pelayanan berbasis masyarakat menjadi langkah efektif untuk memperluas jangkauan kesehatan, terutama bagi warga di wilayah terpencil.
Melalui pendekatan ini, petugas puskesmas tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga edukasi tentang pencegahan penyakit dan gaya hidup sehat.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, Puskesmas Teluk Lingga memiliki tiga unit ambulans dan beberapa motor operasional yang digunakan oleh bidan desa dan tenaga lapangan.
Kegiatan lapangan ini mendapat dukungan penuh dari program BOK (Biaya Operasional Kesehatan) yang disalurkan langsung oleh Kementerian Kesehatan.
“Semua kegiatan lapangan kami dukung dengan transportasi dan operasional yang memadai. Petugas juga mendapat dukungan penuh dari program BOK agar setiap kegiatan berjalan lancar dan terlapor dengan baik,” jelasnya.
Selain memperkuat pelayanan lapangan, Puskesmas Teluk Lingga juga tengah menyiapkan pemindahan ke gedung baru yang akan memiliki fasilitas lebih lengkap. Sri Endrayati berharap, setelah menempati gedung baru, pelayanan bisa dilakukan lebih optimal, terutama untuk program kesehatan jiwa, remaja, dan ibu-anak.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk ikut berperan menjaga kesehatan bersama.
“Kami ingin membangun pola pikir bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Puskesmas hanya salah satu bagian, tapi keberhasilan terletak pada keterlibatan masyarakat itu sendiri,” pungkas Sri Endrayati.(ADV)



