Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Belum Bisa Dipakai Tahun Ini, Kemenhaj Berharap Sebagian Tower di Kampung Haji Digunakan 2028

KITAMUDAMEDIA — Kementerian Haji dan Umrah RI berharap pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi bisa berjalan sesuai rencana dan sebagian tower dapat digunakan pada penyelenggaraan haji 2028.

“Yang jelas tahun ini belum bisa, belum bisa. Tahun depan, karena membangun itu kan nggak cukup setahun. Kita harapkan paling lambat tahun 2028 itu ada sebagian tower yang bisa dipakai,” ujar Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan pembangunan Kampung Haji sepenuhnya dikelola oleh Daya Anagata Nusantara (Danantara). Kemenhaj nantinya berlaku sebagai pengguna.

Ia optimistis pembangunan Kampung Haji berjalan lancar mengingat anggaran bukan menjadi suatu masalah yang memberatkan karena domain Danantara. Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi juga terbuka dengan pembangunan tersebut.

“Saya kira (anggaran) nggak ada kendala. Danantara punya uang. Kemudian birokrasi Arab Saudi sangat welcome. Kita fokus persiapan jamaah haji kita. Kan, terkait dengan Kampung Haji tentu lebih banyak domainnya Danantara,”kata dia.

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melaporkan progres pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi, dengan Kawasan Thakher merupakan fondasi awal yang telah berjalan.

Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah dan telah beroperasi dengan sekitar 4,4 hektare lahan kawasan pengembangan yang berlokasi sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram, dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir.

Baca Juga  Proyek RTH Senilai Rp 600 Juta Gagal Dibangun, Pemenang Tender Mundur

Ia menjelaskan pengembangan Kawasan Thakher akan difokuskan pada penyediaan akomodasi dan diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menilai hadirnya Kompleks Haji di Makkah, Arab Saudi, akan menciptakan multiplier effect (efek berganda) bagi perekonomian di tanah air, salah satunya membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Ia mencontohkan ekosistem penyediaan makanan atau konsumsi untuk jamaah haji apabila dikerjakan secara baik maka berpotensi melibatkan pemasok dari Indonesia, terutama untuk kebutuhan dapur.

“Misalnya, dari lauk-pauk seperti ikan dan tempe sampai bumbu dapur. Ini peluang yang besar, sehingga berdampak juga pada penyerapan tenaga kerja di Tanah Air,” ujar Herry.

Sementara itu, bagi jamaah haji, Ia mengatakan, akan lebih merasakan kenyamanan karena seolah-olah berada di kampung halaman sendiri, dengan makanan yang tersedia sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

“Efek pengganda ini jangan dilupakan. Ini punya nilai ekonomi dan sosial yang lebih besar ketimbang dari sekadar pengembalian investasi yang diterima dari proyek akomodasi kampung haji di Arab Saudi,”tambah dia.

Menurut dia, proyek ini sangat strategis bagi Danantara maupun perekonomian nasional karena jemaah haji Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan negara lain, dengan triliunan rupiah belanja jamaah yang mencakup akomodasi dan lainnya selama ini menjadi devisa Arab Saudi.

“Dengan kehadiran proyek Kampung Haji yang dikelola oleh entitas usaha atau badan milik Indonesia, maka belanja yang dikeluarkan oleh jamaah haji akan kembali ke Indonesia sebagai hasil investasi yang dilakukan oleh Danantara,” ujar Herry.

Sumber: republika.co.id| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply