Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Remaja dalam Jerat Narkoba, Butuh Islam sebagai Solusi Tuntas!

Oleh: Adiah Murwidiaswati S.Si (Aktivis Dakwah)

KITAMUDAMEDIA — Narkoba, termasuk sabu-sabu, merupakan salah satu ancaman serius bagi masyarakat. Mirisnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja Bontang semakin masif. Dalam Operasi Antik Mahakam 2025, Polres Bontang berhasil mengungkap 8 kasus narkoba dengan menangkap 10 tersangka dan menyita 96,97 gram sabu-sabu. Para tersangka terdiri dari 4 pengedar dan 6 pemakai dengan rentang usia 23-45 tahun. Di bulan November tahun lalu polisi mengamankan 42 paket sabu seberat 26,31 gram, uang tunai jutaan rupiah, hingga bukti transaksi yang mengarah ke jaringan peredaran lintas kabupaten. Meski Bontang kota kecil , ternyata lalu lintas pasar peredaran narkoba luar biasa.

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab meningkatnya jumlah pemakai dan pengedar narkotika dan sabu-sabu di Bontang adalah: Kemudahan Akses, adanya Pelabuhan, perkembangan teknologi dan media sosial membuat akses terhadap narkotika semakin mudah. Kondisi ekonomi sulit dan banyaknya pengangguran menjadikan seseorang lebih rentan terhadap peredaran narkotika. Jaringan peredaran transnasional yang semakin terorganisir dan canggih membuat semakin sulit untuk diungkap. Penegakan hukum yang tidak tegas juga menambah carut-marut penyelesaian masalah narkoba.

Jerat Narkoba akibat Sekulerisme Kapitalisme

Para Remaja adalah bagian dari masyarakat. Masalahnya saat ini mereka tumbuh dalam masyarakat yang menganut sistem sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Prinsip hidup masyarakat sekuler yang serba bebas menjadi pijakan untuk berbuat sesuka hati. Dengan kata lain, manusia merasa dirinya sebagai satu-satunya pihak yang menentukan standar kebahagiaannya sendiri. Kebanyakan remaja belum memahami secara utuh tujuan hidup mereka, tapi standar hidup masyarakat sekuler telanjur memenuhi hati dan pikiran mereka. Kadang mereka berbuat sesuatu sebatas yang menurut mereka asyik. Akhirnya mereka tidak awas dan terjerumus dalam penyalah gunaan narkoba.

Baca Juga  Kemandirian Ekonomi Melalui Credit Union

Sistem sosial hari ini bersandar pada prinsip hidup individualistis memperlemah control pada masyarakat. Manusia menjalani hidup cukup dengan urusan masing-masing tanpa peduli kondisi orang lain di sekitarnya. Seolah – olah menghargai kebebasan individu untuk membuat pilihan dan menentukan nasibnya sendiri, mau maksiat atau tidak adalah pilihan masing-masing. Hati dan pikiran mereka jauh dari kepekaan. Generasi muda hidup di tengah sistem sosial yang mati rasa. Alhasil remaja semakin terjebak dalam kemaksiatan.

Sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini juga menjadi surga bagi merajalelanya narkoba, dalam perspektif kapitalisme, narkoba adalah komoditas ekonomi. Bisnis narkoba adalah lahan cuan. Kapitalisme juga menjadi penyebab kemiskinan struktural, yakni kemiskinan yang disebabkan oleh struktur sosial dan sistem yang tidak adil, sehingga berdampak pada kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak. Tidak heran, menjadi pengedar narkoba adalah godaan besar untuk mendapatkan cuan besar, meski sebenarnya haram. Meskipun illegal narkoba menciptakan pasar gelap yang menguntungkan. Ini ditambah juga dengan lemahnya system sanksi terhadap jejaring narkoba. Adanya transaksi narkoba yang kerap terjadi dari lapas telah membuktikan masih lemahnya negara dalam memberangus narkoba. Sudah menjadi pembicaraan umum kasus narkoba yang justru dikendalikan oleh para penegak hukum, sementara para bandar narkoba selalu memperoleh celah untuk memproduksi dan mengedarkan barang haram itu.

Mengembalikan Kemuliaan Generasi Muda dengan Islam

Masa muda memang masa indah dan serba menantang, oleh karena itu meniti masa muda sejatinya membutuhkan pijakan kukuh dan stabil, serta arahan yang sahih. Untuk memenangkan hati dan pikiran mereka adalah dengan mengembalikan fitrah dirinya sebagai seorang hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sesungguhnya, tidak ada manusia yang terlahir sebagai ahli maksiat. Fitrah manusia adalah melakukan kebajikan karena keinginan menjadi hamba yang taat pada Sang Pencipta. Sayang, system saat ini merenggut fitrah tersebut. Sistem sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) telah memosisikan standar kebahagiaan seorang hamba berada pada capaian duniawi akhirnya mereka akan senantiasa terperangkap dalam kebahagiaan semu yang tidak membawa pada kedamaian.

Baca Juga  Kekerasan Terhadap Guru, Buah dari Sistem Pendidikan Sekuler

Remaja harus menyadari bahwa dirinya adalah Ciptaan Sang Khalik, dan tujuan penciptaan manusia tidak lain adalah untuk menyembahNya. Tujuan ini menuntut manusia agar senantiasa menjadikan syariat sebagai standar kehidupan, bukan yang lain. Atas dasar ini, remaja yang memahami posisinya sebagai hamba akan berusaha menyelaraskan perbuatannya dengan aturan Allah. Mereka akhirnya bisa memilih mana yang baik dan buruk bukan bersandar pada akal dan nafsu semata, tetapi bersandar pandangan syariat. Lantas mereka tidak mudah silau tatkala banyak godaan yang hadir di usia muda, seperti hari ini yang menawarkan banyak kebahagiaan, padahal sekadar kebahagiaan dan validasi semu.

Narkotika dan obat-obat terlarang sejatinya haram dan menyalahi syariat. Efek halusinasi, mabuk, dan semisalnya menjadi dasar para ulama mengategorikan narkoba sebagai barang haram sebagaimana khamar. Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berhala-berhala, panah-panah (yang digunakan untuk mengundi nasib) adalah kekejian yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah ia agar kamu mendapat keberuntungan.” QS Al-Maidah ayat 90). Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Setiap yang muskir (memabukkan) adalah khamar, dan setiap yang muskir adalah haram.” (HR Muslim).

Perang semesta melawan narkoba setidaknya membutuhkan tiga aspek yaitu individu dan keluarga yang sadar, sistem sosial masyarakat yang peka, dan negara yang mengontrol kedua hal ini serta menjalankan hukum dengan tegas.

Orang tua dan keluarga punya peranan penting untuk menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan. Orang tua yang akan berperan mengenalkan islam dan membimbing mereka untuk selalu berpegang teguh pada tali agama. Orang tua harus membiasakan anak-anaknya memutuskan pilihan-pilihan dalam kehidupannya hanya dengan bersandar pada aturan Tuhannya. Sedih – bahagianya, susah – senangmya, baik- buruknya standarnya adalah Ridho Allah Subhanahu wa ta’ala

Baca Juga  Korupsi dan Demokrasi

Sementara masyarakat memegang peran dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial (amar makruf nahi mungkar). Mereka tidak akan tinggal diam jika ada individu yang melakukan pelanggaran syariat semisal melakukan penyalahgunaan narkoba. Masyarakat menjalankan aktivitas amar makruf nahi mungkar bukan semata karena peduli terhadap generasi, tapi karena memahami bahwa amar makruf nahi mungkar adalah kewajiban. Sistem sosial yang seperti ini tidak ada dalam sistem sekuler.

Selanjutnya, negara memiliki peran penting dalam menerapkan sanksi tegas untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Karena untuk menyiapkan generasi yang berkualitas dan sehat harus dijauhkan dari berbagai perkara yang melemahkan mereka.

Dalam sistem Islam, negara memiliki wewenang mutlak untuk menghapus kemungkaran dalam bentuk apa pun. Terkait kasus peredaran narkoba, negara akan menerapkan sanksi takzir, baik berupa hukuman cambuk, penjara atau sanksi takzir lainnya sesuai keputusan hakim /qadi. Negara akan bersungguh-sungguh menjadikan remaja menjadi generasi hebat sebagai penerus peradaban, bukan beban peradaban.

Demikianlah solusi dari Islam yang melibatkan kolaborasi antara keberadaan individu yang bertakwa, masyarakat, dan negara dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di kalangan remaja. Saatnya generasi muda saat ini bangkit dengan pemikiran islam dan menjadi inspirasi bagi remaja yang lainnya . Hendaklah kaum remaja menjauhi narkoba karena ketakwaannya kepada Allah. Wallahu’alam.

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply