Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

Awas Kejahatan Siber Meningkat saat Ramadan, Kenali Modusnya Biar Tabungan Tak Terkuras

KITAMUDAMEDIA — Kejahatan siber khususnya phishing semakin marak terjadi saat Ramadan dan menjelang Lebaran, seiring melonjaknya aktivitas transaksi. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, peningkatan transaksi keuangan pada periode Ramadhan membuat risiko serangan siber ikut meningkat. Khsusnya saat momentum pencairan tunjangan hari raya (THR) yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk menargetkan tabungan masyarakat.

“Nasabah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran ketika transaksi keuangan meningkat signifikan,” kata Okki, dikutip dari Antara.

Okki menyatakan, phishing masih menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling umum terjadi.Dalam modus ini, pelaku menyamar sebagai institusi resmi atau pihak terpercaya untuk mencuri data pribadi, seperti username, kata sandi, kode OTP (one time password), hingga informasi kartu kredit.

Serangan phishing biasanya dilakukan melalui surel (email), pesan singkat (SMS), panggilan telepon, maupun media sosial.

Pelaku mengirimkan pesan yang tampak meyakinkan agar korban mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan informasi sensitif tanpa disadari.

Okki menjelaskan phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius, mulai dari pencurian identitas hingga pengambilalihan akun dan transaksi ilegal yang merugikan nasabah.

Bahkan, tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget dan sulit dikenali karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Beberapa ciri yang patut diwaspadai antara lain alamat email pengirim yang mencurigakan, penggunaan sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”, bahasa bernada mendesak, serta tautan yang menyerupai situs resmi namun memiliki alamat berbeda.

BNI mengimbau nasabah untuk selalu memeriksa alamat pengirim dan memastikan pesan berasal dari sumber resmi.

Baca Juga  Pasar Dugderan Semarang: Ditinggal Budaya, Diambil Kuliner Kekinian

Masyarakat juga diminta menghindari membuka lampiran dari pengirim tidak dikenal, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.

“Tak lupa dan paling penting, jangan sembarangan klik link atau tautan yang dibagikan via email, chat, SMS dan sebagainya,” tegas Okki.

Keamanan Digital Tanggung Jawab

BNI menekankan bahwa keamanan digital merupakan tanggung jawab bersama antara bank dan nasabah.

Dengan meningkatkan literasi dan kewaspadaan dalam bertransaksi, masyarakat diharapkan dapat menjaga keamanan dana, termasuk THR, serta terhindar dari ancaman kejahatan siber yang semakin berkembang.

Ia menegaskan nasabah juga tidak boleh membagikan data pribadi, PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank.

Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan phishing, masyarakat dapat melaporkannya melalui email cert@bni.co.id.

BNI menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan, seperti BNI Call 1500046, akun Instagram @bni46, akun X @BNI dan @BNICustomerCare, serta Facebook BNI.

Pengaduan terkait dugaan penipuan yang melibatkan rekening BNI juga dapat dilakukan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Otoritas Jasa Keuangan melalui laman iasc.ojk.go.id.

Sumber: liputan6.com| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply