KITAMUDAMEDIA, Bontang – Delapan ruang kelas harus menampung 458 siswa di SMP Negeri 8 Bontang. Keterbatasan itu bahkan membuat sekolah pernah mengalihfungsikan ruang toilet menjadi ruang belajar.
Kondisi tersebut terungkap saat Komisi A DPRD Kota Bontang melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 8 Bontang, Kelurahan Berbas Tengah, Senin (10/8/2026) lalu.
Kepala SMP Negeri 8 Bontang Eko Yuliatmanto mengatakan jumlah siswa pada tahun ajaran 2026/2027 mencapai 458 orang. Sementara itu, sekolah hanya memiliki delapan ruang kelas dari kebutuhan ideal 13 rombongan belajar (rombel).
“Kami sudah menyampaikan langsung kondisi ini kepada Komisi A. Dari sisi sarana fisik, sekolah masih memiliki banyak kekurangan. Kami membutuhkan sekitar lima ruang kelas tambahan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Persoalan tidak hanya menyangkut ruang belajar. Sejak berdiri pada 2007, SMP Negeri 8 Bontang juga belum memiliki ruang guru yang representatif.
Selama ini, perpustakaan digunakan sebagai tempat guru bekerja dan berkoordinasi. Kondisi tersebut membuat fungsi perpustakaan ikut terdampak.
“Sejak sekolah berdiri sampai sekarang kami belum memiliki ruang guru. Untuk sementara kami menempati perpustakaan, sehingga fungsi perpustakaan juga tidak bisa dimaksimalkan,” kata Eko.
Keterbatasan ruang juga berdampak langsung pada penerimaan peserta didik baru. Eko menyebut SMP Negeri 8 Bontang merupakan satu-satunya sekolah negeri di wilayah tersebut sehingga setiap tahun banyak menjadi pilihan masyarakat. Namun, kapasitas ruang belajar membuat sekolah tidak mampu menerima seluruh calon peserta didik.
“Banyak calon siswa yang akhirnya tidak bisa kami terima karena keterbatasan ruang belajar. Tahun lalu kami hanya mampu membuka lima rombel. Bahkan, karena kekurangan ruang, salah satu ruang toilet di lantai atas dialihfungsikan menjadi ruang kelas,” jelasnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, sekolah masih memiliki lahan sekitar dua hektare yang dapat digunakan untuk pengembangan gedung dan fasilitas pendidikan.
Eko mengatakan pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Kabid Dikdas Kota Bontang untuk mengusulkan sejumlah kebutuhan prioritas, mulai dari penambahan ruang kelas, pembangunan ruang guru, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Kunjungan Komisi A DPRD Kota Bontang diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk melihat langsung kebutuhan sarana dan prasarana SMP Negeri 8 Bontang, terutama di tengah tingginya jumlah calon siswa yang belum seluruhnya dapat ditampung. (*)
Reporter: Yulia C. | Editor: Icha Nawir



