Awesome Logo
Tersedia ruang iklan, informasi hubungi 08125593271                    Segenap Pimpinan dan Redaksi Kita Muda Media Mengucapkan Marhaban ya... Ramadhan 1442 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin                    Patuhi Protokol Kesehatan dan Jaga Imunitas                    Follow Medsos KITAMUDAMEDIA FB : kitamudamedia, Fan Page FB : kitamudamedia.redaksi, IG : kitamudamedia.redaksi, Youtube : kitamudamedia official                                   Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H                         

SPPG MBG Bontang Diminta Tak Layani Ribuan Penerima dalam Satu Dapur

KITAMUDAMEDIA, Bontang – Ribuan porsi makanan dari satu dapur dinilai bisa menjadi titik rawan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Persoalannya bukan hanya soal mampu atau tidaknya makanan diproduksi, tetapi bagaimana kualitas dan kandungan gizi tetap terjaga saat jumlah penerima manfaat terus bertambah.

Anggota DPRD Bontang, Rustam, meminta pemerintah mengevaluasi kapasitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak memaksakan terlalu banyak penerima manfaat dalam satu dapur.

Menurutnya, kapasitas SPPG perlu disesuaikan dengan kemampuan dapur dalam menjaga mutu makanan. Ia menilai jumlah penerima manfaat yang terlalu besar berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang disajikan.

Berbekal pengalaman panjang di bidang food and beverage, Rustam menilai satu SPPG idealnya melayani sekitar 300 hingga maksimal 500 penerima manfaat.

“Jangan kuota SPPG yang diperbesar, tetapi jumlah SPPG yang harus diperbanyak. Idealnya satu dapur melayani sekitar 300 orang, maksimal 500. Kalau sampai 2.000 atau 3.000 orang, kualitas makanan akan sulit dijaga,” kata Rustam, beberapa waktu lalu.

Ia menilai penambahan kapasitas penerima manfaat sebaiknya tidak menjadi satu-satunya solusi ketika cakupan MBG diperluas. Penambahan jumlah dapur, menurutnya, lebih penting agar proses pengolahan dan penyajian makanan tetap terkendali.

Rustam juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan MBG tidak cukup dilihat dari banyaknya makanan yang tersalurkan. Kandungan gizi menjadi bagian penting yang harus dipastikan sejak proses pengolahan hingga makanan diterima anak-anak.

“Ini bukan sekadar makan gratis, tetapi makan bergizi. Yang harus menjadi perhatian adalah kandungan gizinya, sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak benar-benar tercapai,” tutup Rustam.(Adv)

Reporter: Yulia.C | Editor: Icha Nawir

Baca Juga  BPBD Bontang Genjot Pelatihan Relawan Siaga di Tiap Kelurahan

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply